Wednesday, March 9, 2016

2PM

Posted by ceritacurhatku at 4:51 AM 0 comments
“Terimakasih untuk selama ini sudah mau merawat saya Ahjumma…” kataku sambil memeluknya bahagia. Akhirnya ada juga yang mengadopsiku, untungnya mereka keluarga yang baik. Dan sepertinya aku memiliki 6 kakak laki-laki dan aku adalah adik perempuan satu-satunya. Keluarga yang sepertinya memiliki kedudukan yang tinggi di kota ini.
“Baik-baik ya sama keluarga barumu Jimin-ah” kata Ahjumma dengan haru. Aku melihat ayah dan ibu baruku disana. Mereka tersenyum dan berusaha memelukku dengan sayang. Aku masih canggung dengan pelukan orang yang belum aku kenal. Hanya bisa merasakan bagaimana dipeluk oleh ibu dan ayahku dulu. Aku melambaikan tangan saat mobil meninggalkan panti asuhanku. Sedih rasanya, aku tidak bisa bertemu dengan teman-teman yang selalu ada buatku. Bagaimana rasanya punya ayah dan ibu, aku hanya pernah merasakan kasih sayang Lee Ra Im Ahjumma saja. Banyak anak terlantar yang dia ambil dan menjadikannya keluarga di panti asuhan itu. Suatu saat nanti aku pasti sering main kesana.
Sesampainya di rumah, aku melihat bangunan yang cukup mewah dengan pagar yang lumayan tinggi. Saat memasuki rumah, aku melihat 3 orang laki-laki duduk santai melihat tivi. Dengan mata yang berbinar mereka menghampiriku dan memelukku bergantian. Mereka terlihat tampan dengan kemeja dan kaos polo, senyuman mereka seakan sudah menungguku lama.
“Hei…hei… jangan menakuti Jimin dengan tatapan kalian itu.” Kata Ayah baruku dengan senyumnya yang ramah.
“Jimin, ini Wooyoung, Junho dan Junsu… dimana Taecyeon dan Nickhun?” tanya Ibu.
“Ahh Taecyeon dan Nickhun hyung sedang membeli bahan makanan…” jawab Wooyoung dengan senyum kekanakannya.
“Iya, untuk menyambut kedatangan adik kita yang baru ini…” lanjut Junsu.
“Anggap saja rumah sendiri, dan kami adalah keluarga barumu. Panggil aku Appa…”
“dan aku Ommaarasseo?” ucap ibu dan ayah baruku.
Meskipun aku masih canggung, aku harus terbiasa!! Semua adalah saudaraku. Tapi kalau anaknya sebanyak ini kenapa memilih aku untuk diadopsi? Aku berusaha mengangguk, mengiyakan kata ayah dan ibuku.
Arasseoyo Omma, Appa…”
“Ahhh… kwiyowooooo…” kata ayahku sambil memelukku gemas.
Appa, jangan sering memeluknya tiba-tiba nanti Omma cemburu loh.” Kata Junho kali ini. “Hai… aku Junho aku anak ke 5 dari para lelaki disini.”
“Ahh…anyeonghaseyo…” kataku sambil sedikit membungkukkan badanku.
“Kalau aku anak pertama, dan Wooyoung anak ke 4 dari 6 bersaudara.” Jelas Junsu dengan mata yang berbinar.
Uri Junsu sepertinya sayang sekali pada adik barumu ini.” Kata Ibuku yang sedang mempersiapkan entah apa di dapur.
Junho dan Wooyoung-ssi mengantarkanku untuk berkeliling rumah yang menurutku cukup besar. Ada gym, lapangan tenis sampai kolam renang yang sepertinya lebih lebar daripada di kolam renang yang biasa aku pakai.
“Jangan sampai kamu memanggilku dengan –ssi arasseo?!” ancam Junho dan Wooyoung dengan nada sedikit bercanda. Iya sih, aku berbicara dengan kakakku bukan orang lain.
Ne, Oppa-deul…
“Arrggh… we have a cute sister, I love it…” teriak Wooyoung yang sepertinya belum pernah punya adik perempuan. Segitu gemasnya denganku, apa aku se-lucu itu??
“Ya!! Biasa aja dong, jangan seperti orang yang belum pernah lihat adik perempuan begini.” Balas Junho dengan jitakan ringan.
“Hei, aku itu hyung-mu jangan macam-macam dengan kepala orang tua.” Kata Wooyoung sambil memegang kepalanya yang sakit. Aku tidak bisa menahan untuk tertawa dan sepertinya meraka tau kalau ini pertengkaran yang nggak penting.
“Hahahaha… mianhae, kita biasa bertengkar yang nggak penting.” Kata Junho dengan senyumannya.
Kwaenjanhayo oppa…” masih dengan menahan mulut yang sepertinya mau menyemburkan tawa hahahahaha… mereka sungguh lucu.
Tidak lama, kami berkumpul di ruang tivi. Terdengar suara mobil datang dan dua orang masuk ke dalam rumah. Dengan barang bawaan yang banyak, Wooyoung dan Junho membantunya untuk membawakannya.
Hyung, wae irohke mugowo? Apa saja yang kalian beli ini…” keluh Wooyoung yang membawakan seperti buah dan makanan.
“Ahh… ini dia adik kita yang baru. Hai aku Taecyeon…” ucap Taecyeon sambil melepaskan kacamata minus yang dia pakai. Segera aku menjabat tangan yang sudah dia ulurkan. “Khun-ah cepat kesini… adik manis kita sudah menunggu.” Datang seorang lelaki dengan jaket kulit yang membuat badannya lebih macho. Rambut pirangnya yang membuat dia sedikit mencolok dari yang lain, dan sikap dinginnya membuatku sedikit takut.
I’am Nickhun…” aku melihat dia memperkenalkan diri dan kemudian pergi. Apa-apaan oppa itu??
“Maaf ya, dia memang seperti itu orangnya. Dingin, tapi dia baik hati…” jelas Tacyon yang saat ini duduk di sampingku.
Malam ini serasa panjang, hidup dengan keluarga baru dan 6 kakakku. Ehh tapi aku hanya bertemu 5 orang kakak laki-lakiku. Satunya apa dia tidak sedang di rumah? Hmm…
Pagi ini, udara sangatlah sejuk. Dengan sedikit cahaya matahari masuk melalui jendela kamarku yang besar. Terlihat punggung yang telanjang tidur membelakangiku. Mungkin hanya perasaanku saja. Sesaat punggung itu bergerak dan wajahnya mengarah kepadaku. Terlihat lelaki dengan wajah yang tampan dengan poni yang sedikit menutupi matanya. Kemudian matanya terbuka dan melihat ke arahku sedikit tersenyum manis dan…
“Aaarrrrgghhhh… apa-apaan kamu, beraninya memegang ‘itu’!! ahh sial sial harus bagaimana ini.. ottokhaeee
“Hei, kamu siapa? Kenapa berani tidur di kamar orang lain.” Lelaki itu berdiri dari tempat tidur dan sepertinya sedikit sadar kalau dia bukan di dalam kamarnya sendiri. “dimana ini??”
Aarrrgghhh aku memukul orang itu dengan guling yang aku pegang. Dan seadanya melemparinya, aku harap bisa mengenai kepalanya setidaknya dia pingsan. Mungkin suaraku terdengar keras, kakak-kakakku langsung menuju ke kamarku dan melihat ada lelaki yang berani memasuki kamar adiknya ini.
“Hei ada apa ini??!!” kata Junsu datang dan melihat lelaki itu mengaduh kesakitan. Segera aku bersembunyi dibelakang mereka. Taecyeon datang dengan apron yang dipakainya, dan Wooyoung dengan mata yang setengah tidur. dan Nickhun entahlah…
“Ya ampuuunn!!” teriak Junsu.
“Ya! Chansung-ah!!” teriak Wooyoung dan Junho bersamaan.
“Ada apa ini sebenarnya?” tanya Taecyeon dan Junsu saat kita sudah ada di ruang keluarga. Kasihan juga kalau dilihat-lihat, Chansung dibully dan dipukul habis-habisan oleh Junho dan Wooyoung. Untung tidak ada yang terluka…
“Tadi malam aku pulang larut, jam 2 pagi karena ngantuk aku kira kamarku masih disitu. Baru sadar kalau dia tidur di kamarku.”
“Ibu kan sudah bilang kalau adik perempuan kita akan datang. Kamu sekamar dengan Junsu hyung.” Jelas Junho yang masih melihat Chansung dengan gemas.
Terlihat Chansung tidak rela kalau aku memakai kamarnya. Sepertinya aku malah membuat keluarga ini kerepotan. Karena aku perempuan sendiri disini.
“Ngomong-ngomong, Ibu kemana hyung?” tanya Wooyoung.
“Ahh aku lupa bilang, kalau Ayah dan Ibu sedang pergi liburan selama 3 bulan.” Jawab Taecyeon.
Whaatt?? Lama bangeet liburannya. Nantinya nasibku bagaimana, hiks…
“Kamu santai saja Jimin-ah, aku dan Junsu hyung akan menjagamu…” kata Taecyeon oppa menenangkan pikiranku. Sepertinya dia tahu apa yang aku pikirkan.
“Bukan kalian saja hyung… aku dan Junho juga akan menjaga dia!!” kata Wooyoung dengan semangat seperti biasa.
“Ahh iya, Chansung seumuran denganmu Jimin-ah…jadi jangan sering berantem yah.”  Kata Junsu oppa dengan senyum layaknya kakak laki-laki. Sepertinya aku bisa berlindung ke Junsu oppa kalau yang lain bikin gara-gara.
Tidak lama, Nickhun datang dengan kaos dan celana pendek yang basah karena keringat. Sepertinya habis olahraga. Tanpa peduli, dia pergi begitu saja dan tidak melihatku. Apa salahku sampai dia tidak mau melihatku.
“Emm, oppa deuli… apa aku ada salah dengan Nickhun oppa kenapa sepertinya dia tidak menyukaiku?” aku mencoba memberanikan diri untuk bertanya. Mungkin saja bukan Nickhun oppa saja yang tidak suka padaku.
“Mungkin hanya perasaanmu saja. By the way ayo semuanya sarapan dulu!” perintah Taecyeon oppa yang melihatku untuk menenangkanku.
“Nggak usah khawatir, semua kakakmu suka padamu Jimin-ah…” jawab Junho sambil mengusap kepalaku lembut. Segera aku membalasnya dengan senyuman yang paling manis.
***
 

Freedom... Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review