Monday, March 31, 2014

I'm In Love (Part 1)

Posted by ceritacurhatku at 6:29 AM 2 comments
Seusai mengerjakan ujian hari pertama, aku melihat seorang laki-laki duduk di pojok paling belakang. sepertinya aku tidak pernah melihatnya dikelasku.
waktu istirahatpun berjalan, aku menghabiskan waktu di kantin dengan teman-temanku sambil menyejukkan pikiranku dari ujian tadi pagi. sebelum bel berbunyi, aku dan teman-teman sudah berada di kelas. dan aku melihat dia, laki-laki tadi pagi. dia masih duduk di pojok belakang kelas. dengan posisi menidurkan kepalanya di meja. apa dia tidak lapar batinku saat melihat dia tertidur di tempat duduknya.
"Dia anak pindahan dari Bandung." kata Ira temanku yang duduk di sebelahku. "Oww, pantas saja aku belum pernah melihatnya. Lumayan cakep ya..." bisik Lena padaku yang juga ikut menggosip di sebelahku.
Jogja, kota kelahiranku. aku di besarkan di perkotaan dekat Malioboro. Jogja memang magnet bagi semua wisatawan manca dan Indonesia. ibuku dikenal dengan pengerajin Batik dan ayahku seorang guru yang sangat aku hormati.
aku memang tidak begitu menonjol dalam akademi, tapi aku sering memenangkan lomba menari tradisional. aku suka menari, dikarenakan aku mengikuti hobby kakakku sebagai penari. dia sangat terkenal hingga ke mancanegara, dan sekarang dia berada di Eropa. aku ingin melanjutkan impian kakakku sebagai penari.
aku bersepeda mengelilingi Malioboro, setiap sore aku selalu jalan di malioboro melihat ramainya Malioboro dan senyum para penjual di pinggiran jalan. tak heran kalau para wisatawan suka dengan Malioboro dikarenakan ramahnya para penjual.
dari jauh aku melihat seorang laki-laki yang sepertinya aku mengenalnya. dia dengan kameranya dan wajahnya yang membuat aku sepedaku sampai oleng dan terjatuh.
"Aduuuhh..." aku mengaduh dengan sangat keras, sampai para penjual menolongku, laki-laki itu juga melihatku terjatuh dan melihatkan reaksi wajah yang khawatir.
"Lu nggak apa-apa ?" tanya dia sambil memapahku ke pnggiran jalan.
"Koncone to mas ?" tanya seorang pedagang yang menolongku tadi. "Ora popo to mbak ?" aku mengangguk menahan sakit di kakiku. aku di tinggal dengan laki-laki itu.
aku mencoba untuk berdiri tapi tidak bisa. dipegangnya pundakku sambil memapahku ke arah mobilnya.
"Gue antar lu pulang, rumah lu dimana ?" tanya dia sambil menyalakan mobilnya, aku yang menahan sakit di kakiku hanya diam menurut saja. sampai rumah ibuku langsung lari melihat kakiku berdarah.
"Kok bisa to nduk kakiku sampai berdarah begini." kata ibuku sambil memapahku ke dalam rumah. "Sopo kuwi Lin ?" tanya ibuku sambil melihat laki-laki itu berdiri di depan pintu.
"Temannya Lina ya ? masuk dulu sini, bantu ibu ambil obat." pinta ibu sambil mempersilahkan laki-laki itu duduk. aku menghalangi ibu untuk menyuruhnya mengambil obat dan sebagainya, tapi laki-laki itu tersenyum dan membantu ibuku. aku menahan sakitnya sampai hampir menangis. aku tidak boleh menangis di depan dia. bisa jadi omongan di sekolah kalau seorang Lina menangis.
setelah selesai membersihkan lukaku, laki-laki itu pulang dan ibuku yang mengucapkan terimakasih kepadanya.
senyumnya, aku tidak akan pernah lupa...

Tuesday, March 18, 2014

Cinta Tenyom

Posted by ceritacurhatku at 9:45 PM 2 comments
"Sekarang, kalian coba buat kartu ucapan selamat valentine untuk teman yang kamu sayangi. jangan lupa pakai bahasa inggris. nanti teman yang diberi kartu ucapan itu harus memberi nilai sesuai dengan masing-masing" kata guru bahasa Inggrisku. hari ini tepat hari valentine, teman-temanku banyak yang mengirimkan untuk pacarnya atau gebetannya. namanya masih SMP aku masih belum diperbolehkan pacaran. teman-temanku sudah banyak yang pacaran, dan aku lebih bahagia bersama sahabat-sahabatku.
hanya ada satu cowok yang aku kagumi dari kelas 1 SMP, dia bernama Ozi. cowok yang periang, manis senyumnya sering sapa semua teman. aku ingin dekat dengannya. temanku Lingling menyarankan aku untuk menulis kartu ucapan kepada Ozi, waah tidak mungkin akan di terima. ahh masa bodoh, kan nanti juga dinilai pasti nggak akan ada maksud apa-apa di kartu ucapan itu.
kemudian aku menulis seperti ini :
Hi Ozi, How are you ? I think you always good. Emm, In this Valentine I just want to be your friend. No, emm Close Friend. because I like you. 
From Ela.

Huaaah, aku merasa baru menulis surat untuk pak presiden. hhahaha...
aku bentuk kartu ucapan itu dengan bentuk hati, sama seperti apa yang disarankan Lingling. hanya dia yang tahu aku mengagumi Ozi dari dulu.
pada pelajaran IPA di ruang Lab, aku berbisik pada Brian teman sebelahku dan kebetuan di depan dia duduklah si Ozi. oh my god, haruskah aku kasih surat ini. nanti nilainya berapa ?? dia kan pintar bahasa Inggris.
Lingling hanya tersenyum penuh arti dan mendorong tanganku untuk memberikan surat itu pada Brian kemudian ke Ozi.
Brian dengan diam memberikan surat yang tadi dengan senyum jahilnya. sialaaan...
kemudian surat itu sudah berada di tangan Ozi, waaa bagaimana ini. mukaku sudah memerah seperti yang dikatakan Brian. Lingling yang heboh sampai ditegur oleh Bu Yani, guru IPAku.
sampai pelajaran selesai Ozi tetap dengan senyumannya yang biasa ditunjukkan pada teman-temannya. dan aku masih tetap dengan wajah memerahku karena malu.
teman-temanku menganggap kalau aku menyatakan suka pada Ozi. semoga Ozi tidak salah paham dengan ucapanku.
ke esokan harinya Ozi tiba-tiba menyapaku dengan penuh senyuman. aku tidak sadar dan aku bersembunyi di bawah meja.
pelajaran bahasa Inggris dimulai dan di kartu ucapan di berikan nilai 100 dan dia menjawab I like you too. huaaaa tidaak apa yang aku lakukaaan. aku histeris sendirian. Lingling mengatakan kalau aku sudah jadi pacarnya Ozi. hah pacar ? aku kan belum boleh pacaran, dan kenapa Ozi menganggapku pacarnya?
cinta monyet, yah itu sebutan untuk perasaanku pada Ozi, meskipun kita pacaran, kita tidak pernah bersama. hanya saling meledek antara temannya dan aku. aku digoda karena aku pacar Ozi. oh my God ...
setelah itu ada kabar kalau teman atau sahabatku yang ternyata sudah menyukai Ozi sama sepertiku, dia bernama Mely. dia sudah tidak menyapaku beberapa hari setelah aku dikabarkan berpacaran dengan Ozi. karena aku tidak tahu, jadi aku tetap menganggap tidak ada apa-apa.
kemudian ada lagi kabar kalau Ozi pernah bilang suka kepada Putri. dia perempuan yang sangat dikagumi di sekolah. tapi memang aku begini adanya, aku masa bodoh dengan yang lainnya. sampai pada akhirnya Ozi meminta putus dariku. karena memang aku sudah suka dia, aku menangis sejadinya seharian itu.
ke esokan harinya aku sudah tenang kembali dan menganggap semua itu masa lalu. dan tidak perlu di ingat, hidupku masih panjang, tapi aku masih mengaguminya.

Monday, March 17, 2014

Bapakku ...

Posted by ceritacurhatku at 9:02 PM 0 comments
"Lin, tolong ambilkan kunci bapak di atas meja" perintah bapakku sesaat aku sedang mengerjakan pekerjaan yang lain. "Liiinn !!" teriak bapakku dengan tidak sabaran.
"Sebentar dong pak. nggak usah teriak-teriak kenapa sih" gerutuku sambil mengambil kunci mobil bapak yang ada di atas meja. bapak tahu aku sedang mengerjakan yang lain, kenapa nggak inisiatif ngambil sendiri huhh. dengan kemalasanku kepada bapak, kunci mobil itu aku lempar ke arahnya. "Kok nggak sopan kamu sama bapak, sudah tahu di depan malah kunci kamu lempar."
untung tidak terkena muka bapak batinku. langsung aku tinggal kembali ke pekerjaanku tadi.
Ibuku tidak komentar apa-apa soal yang tadi, cuma mengingatkanku dengan halus.
sepulang bekerja, bapakku langsung duduk manis dan mengambil koran lalu membacanya, bukannya cuci kaki dan ganti baju lirikku kesal. capek meladeni bapakku dengan omongan aku diam saja.
Ibupun berkata "Enak yo Lin dadi bapakmu" kata ibu dengan bahasa jawanya setiap kali beliau bicara. "Enak banget puang-pulang langsung baca koran mbok yo cuci kaki dulu pak" kataku yang tidak tahan dengan raut muka ibu. "Berisik kowe kuwi, habis ini bapak ganti. Sik capek" kata bapakku yang masih melanjutkan bacanya.
Keesokan harinya aku tetap berdebat dengan bapakku yang dengan suara kerasnya. dan aku balas dengan suara keras pula.
akhirnya ibu tidak tahan dengan situasi ini, "Wis to tengkaro terus. bapak karo anak podo wae." ibuku berkata dengan sedikit berteriak. akhirnya kamipun diam.
bapak mengerjakan yang lain, aku tetap diam di kamar.
aku benci bapak yang selalu teriak-teriak, aku benci bapak kalau setiap pulang nggak langsung ganti atau cuci kaki dan lainnya, aku benci bapak yang nggak mau bantu pekerjaan ibu yang banyak. mentang-mentang anaknya sudah pada besar dan dewasa, bapak tidak pernah membantu ibu.
beberapa hari kemudian, aku tidak bertengkar dengan bapak, aku diam saja kalau bapak berteriak-teriak minta tolong ambil ini ambil itu. aku lakukan semua perintah bapak dengan diam.
sudah capai aku meladeni teriakan bapak. dan akhirnya pada suatu hari aku sakit. badanku panas dan aku tidak bisa memakan apa-apa karena tenggorokanku sakit dan terasa pahit kalau menelan makanan atau minuman.
seketika malam itu badanku panas tidak karuan, aku menggigil dan yang aku panggil adalah Bapak.
"Paaak, bapaaakk... hhuhu huhu" isakku karena tidak tahan dengan sakit yang aku rasakan. dengan sigap dan cepat bapak langsung menghampiriku ke kamarku. beliau mengusap kepalaku yang panas dan mengambilkan minum yang aku butuhkan.
aku menangis malam itu karena tenggorokanku yang tidak bisa menelan apa-apa.
dan keesokan harinya, bapakku tidur di sebelah tempat tidurku. aku terbangun dan bapakku juga ikut terbangun, takut jika aku kenapa-kenapa. akhirnya aku di periksa ke dokter ternyata radang tenggorokan. dari kecil aku memang punya radang di tenggorokan.
dan begitulah, setelah sembuh aku masih tetap bertengkar. dan kali ini aku bersikap mengalah saja pada bapak.

Perbedaan

Posted by ceritacurhatku at 8:56 AM 2 comments
Sebut saja aku Mike, aku mempunyai seorang pacar bernama Dina. dia baik hati, pintar, tidak sombong dan pasti rajin menabung. kita memiliki perbedaan yang sangat jauh. umur lebih tua 5 tahun, berbeda sifat, dia pendiam dan aku tidak bisa diam. dan paling membedakan kita adalah perbedaan agama.
selama setahun ini hubungan kita baik-baik saja dikarenakan kami saling menghormati agaman kita masing-masing. kalau hari Minggu aku harus bersabar dan ikhlas kalau sebelum kita nge-date dia harus ke gereja untuk beribadah, dan kalaupun hari Jumat dia juga menungguku di rumah untuk sholat Jumat. perbedaan umur? aku tidak memikirkan hal itu. meskipun umur lebih tua Dina tapi kita juga saling menghargai.
terkadang sifat manja Dina membuatku menjadi seorang lelaki yang dewasa.
tapi keadaan berkata lain, kami akhirnya putus dengan baik-baik dikarenakan alasan perbedaan agama. sebenarnya orang tua menyerahkan semua keputusan padaku. tapi dikarenakan kita sudah tidak cocok dengan suasana hati orang tua Dina. dengan sangat terpaksa.
kita menangis saat itu. Dina berbicara seandainya kita sama-sama 1 agama. kita punya 1 tujuan untuk mempermudah keadaan ke depannya.
tapi memang takdir sudah bilang seperti itu, aku tidak bisa menghalanginya. aku putus dengan Dina.
sampai beberapa bulan ke depannya aku masih berhubungan baik dengannya.
aku masih sering keluar bersama seseringnya kita hanya makan berdua. tapi itu membuat aku ingin kembali padanya. tapi Dina sudah cukup dengan hubungan seperti ini.
hubungan yang tidak jelas, apakah kita sepasang kekasih atau bukan. kita tetap berpegangan tangan, dan jalan berdua.
dan sampai pada saat aku ingin kejelasan, aku ajak Dina kembali padaku, aku bilang kepadanya kita serahkan urusan pernikahan dan sebagainya kepada yang di Atas. kita lanjutkan saja hubungan ini, toh kita selalu saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
dengan tangisan yang tiba-tiba mengena di dadaku Dina menangis sambil memegang tanganku erat. dia tetap tidak bisa kembali padaku.
aku hilang akal dan meninggalkannya begitu saja.
aku memang gila oleh cinta, aku memang sayang dengan Dina. tapi aku tidak akan pernah dan mau berpindah agama, sama dengan keputasn Dina yang enggan berpindah agama.

Urip iki ...

Posted by ceritacurhatku at 6:02 AM 0 comments
Hidup nggak seindah Disney world,
Hidup nggak seindah Novel,
Hidup nggak seindah Film,
Hidup nggak seindah Sandiwara,
Hidup nggak seindah Drama Korea,
Hidup nggak seindah di Komik,
Hidup nggak seindah di Anime.
Kehidupan SMAku nggak seromantis film-film Jepang, yang bisa langsung bilang ke orang yang disuka
Kehidupan SMAku penuh canda, tangis dan tawa
jadi Hidup itu nggak mudah, banyak kerikil yang akan menancap kakimu saat melangkah.
Kehidupanku saat ini sangat bahagia, banyak teman disekelilingku
banyak pepatah yang cocok untukku, hilang satu tumbuh seribu, banyak ikan di lautan, jodoh di tangan Tuhan.
terima saja apa adanya. live is never flat.
Bapak ibuku nggak bisa mengatur hidupku,
Teman-temanku nggak bisa mengatur hidupku,
Pacarku nggak bisa mengatur hidupku
Hanya Tuhan dan aku yang bisa mengatur hidupku.
Ini jalanku, Ini hidupku :)

Sandi - Cemburu

Posted by ceritacurhatku at 3:30 AM 0 comments
"Kulelah terus mencari
Seseorang yang selalu ada untukmu"

"Rey, aku putus lagi sama Benny. Sampai sini aja pokoknya, nggak bakalan aku balik lagi sama dia" Rina menangis dan mencerca pacarnya Benny yang sudah 2 tahun bersama dia.
disini aku hanya bisa menasehati dan menghibur dia.
Rina adalah temanku dari kecil. dia cantik, periang. tidak semua perempuan seperti dia. dia memiliki senyum yang berbeda. Kejahilannya yang bisa mengerjaiku sekarang hilang, senyumnya yang seperti biasa juga hilang. diganti dengan tangisan yang dikarenakan lelaki itu.
sudah berkali-kali aku menasehati dia dan dia hanya tertawa dan tersenyum padaku dengan berkata. Dia tidak seperti yang aku pikirkan.

"Kuingin hubungan lebih
Yang kau rasakan padanya
Kuinginkan juga"

"Sudah jangan menangis lagi, gue paling nggak bisa liat lu nangis Rin. Ntar gue tinggal lu" kataku sambil memeluk dia agar berhenti menangis.
Rina terisak-isak ringan di dalam pelukanku, aku sudah tidak tahan untuk memarahinya, tapi aku takut kalau tangisan dia malah menjadi. "Ke Ramen biasanya yuk" gandengku sambil mengusap air matanya. tangisnya sudah berhenti, tapi nama Benny masih di ucapkannya.
rasanya kepalaku mau pecah, aku ingin bilang "Berhenti bicarain Benny". tapi lagi-lagi aku tidak bisa. aku ingin menjaga perasaan Rina.
setelah Rina sudah tenang, senyumnya kembali. tawanya yang melihat candaanku sudah muncul kembali. dengan berat hati aku mengantarkan dia pulang. aku tidak mau sampai di rumah dia menangis lagi.
"Nanti gue telpon ya, awas kalau lu masih nangis". Rina tersenyum dengan mata yang sembap.
sampai di rumah aku langsung menghubunginya lagi. syukurlah dia tidak menangis.
ke esokan harinya aku melihat mobil terparkir di depan rumah Rina. itu mobil Benny.
aku melihat dari kejauhan Rina yang masih sembap terlihat tersenyum di depan Benny. Sial !!

"Ku cemburu bila kau dengannya
Ku cemburu karna kau adalah sebagian dari hatiku"

beginilah lelaki pengecut yang tidak bisa mengungkapkan apa yang dirasakan. aku menyukai Rina sedari dulu, sebelum dia bertemu Benny dan lelaki yang pernah mengisi hatinya.
tapi aku tidak berani karena alasan persahabatan. aku cukup menyukainya dari belakang. biar saja hanya aku yang tahu perasaanku untuknya.
biarkan sampai dia tahu dengan sendirinya, bahwa aku mencintainya dari hati, bukan putus sambung seperti yang dialami. 

"Lamanya kesetiaanku
Menjadi pendengarmu dan penjaga hatimu
Kuinginkan hubungan yang lebih dari dia
Taukah kau aku menderita demi cinta
Ku cemburu bila kau dengannya
Ku cemburu bila kau dengannya dan aku harus melihatnya
Ku cemburu karna kau adalah sebagian dari hatiku"

-Lirik : Sandy "Cemburu"-

Sunday, March 16, 2014

Sahabat

Posted by ceritacurhatku at 10:29 PM 2 comments
aku ingin bercerita tentang seseorang yang sangat perhatian padaku. aku akui memang aku memiliki rasa suka padanya. tapi sayangnya dia hanya melihat aku dari sisi sahabat dan tidak lebih dari itu. dia bersikap baik karena kita sahabat. saat aku kedinginan dia dengan sigap memakaikanku jaket tebalnya. dengan sigap menutupiku dengan handuk saat kita berenang, dengan sigap menggandeng tanganku saat keadaan ramai agar aku tidak kehilangan dia. tapi mungkin saja aku salah paham dengan apa yang dilakukannya padaku.
aku mengira dia perhatian padaku karena dia menyukaiku. hemm, dia memang menyukaiku bukan karena ada hati untukku. tapi karena memang aku sahabatnya.
dia pernah bercerita banyak tentang masalalunya yang mungkin bagi dia menyedihkan. keadaan keluarga dan semuanya.
aku pernah mendengarkan dia bagaimana dia patah hati, bagaimana dia bekerja diberbagai kantor bagaimana dia suka makan ini dan apa yang dia benci aku tahu semua. hanya saja itu sebatas sahabat.
iya sahabat. dia yang kukenal masih beberapa bulan yang lalu dikarenaknan kita masuk di kampus yang sama.
dan saat yang tepat waktu itu ada seorang teman perempuan yang ternyata dia juga suka padanya. dan menceritakan semua kepadaku kalau dia menyukainya. aku spechless karena dia kira aku sangat mengejarnya. tapi memang benar aku mengejarnya, hanya saja keadaan nggak akan berubah kepadaku. aku hanya bisa mndengarkan curhatan perempuan itu dengan jantung yang hampir meledak. karena semua ceritanya sama yang aku alami.
apa memang pada semua perempuan dia menceritakan kehidupannya.
apa dia ingin dikasihani? pasti tidak kan. aku hanya berfikiran positif, mungkin aku bukan tempat curhat yang tepat bagi dia.
dan akhirnya aku memberanikan diri mengungkapkan rasa sukaku padanya. dan pada akhirnya tidak ada jawaban serius darinya. keadaan tetap nggak akan berubah, aku selalu jadi sahabatmu.
baiklah terimakasih sahabat, kau memberikanku kenangan dan masa-masa yang menyenangkan. kau bisa membuatku tersenyum dan juga menangis.
dan sampai sekarang aku tidak pernah bertemu dengannya.
 

Freedom... Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review