Monday, March 17, 2014

Bapakku ...

Posted by ceritacurhatku at 9:02 PM
"Lin, tolong ambilkan kunci bapak di atas meja" perintah bapakku sesaat aku sedang mengerjakan pekerjaan yang lain. "Liiinn !!" teriak bapakku dengan tidak sabaran.
"Sebentar dong pak. nggak usah teriak-teriak kenapa sih" gerutuku sambil mengambil kunci mobil bapak yang ada di atas meja. bapak tahu aku sedang mengerjakan yang lain, kenapa nggak inisiatif ngambil sendiri huhh. dengan kemalasanku kepada bapak, kunci mobil itu aku lempar ke arahnya. "Kok nggak sopan kamu sama bapak, sudah tahu di depan malah kunci kamu lempar."
untung tidak terkena muka bapak batinku. langsung aku tinggal kembali ke pekerjaanku tadi.
Ibuku tidak komentar apa-apa soal yang tadi, cuma mengingatkanku dengan halus.
sepulang bekerja, bapakku langsung duduk manis dan mengambil koran lalu membacanya, bukannya cuci kaki dan ganti baju lirikku kesal. capek meladeni bapakku dengan omongan aku diam saja.
Ibupun berkata "Enak yo Lin dadi bapakmu" kata ibu dengan bahasa jawanya setiap kali beliau bicara. "Enak banget puang-pulang langsung baca koran mbok yo cuci kaki dulu pak" kataku yang tidak tahan dengan raut muka ibu. "Berisik kowe kuwi, habis ini bapak ganti. Sik capek" kata bapakku yang masih melanjutkan bacanya.
Keesokan harinya aku tetap berdebat dengan bapakku yang dengan suara kerasnya. dan aku balas dengan suara keras pula.
akhirnya ibu tidak tahan dengan situasi ini, "Wis to tengkaro terus. bapak karo anak podo wae." ibuku berkata dengan sedikit berteriak. akhirnya kamipun diam.
bapak mengerjakan yang lain, aku tetap diam di kamar.
aku benci bapak yang selalu teriak-teriak, aku benci bapak kalau setiap pulang nggak langsung ganti atau cuci kaki dan lainnya, aku benci bapak yang nggak mau bantu pekerjaan ibu yang banyak. mentang-mentang anaknya sudah pada besar dan dewasa, bapak tidak pernah membantu ibu.
beberapa hari kemudian, aku tidak bertengkar dengan bapak, aku diam saja kalau bapak berteriak-teriak minta tolong ambil ini ambil itu. aku lakukan semua perintah bapak dengan diam.
sudah capai aku meladeni teriakan bapak. dan akhirnya pada suatu hari aku sakit. badanku panas dan aku tidak bisa memakan apa-apa karena tenggorokanku sakit dan terasa pahit kalau menelan makanan atau minuman.
seketika malam itu badanku panas tidak karuan, aku menggigil dan yang aku panggil adalah Bapak.
"Paaak, bapaaakk... hhuhu huhu" isakku karena tidak tahan dengan sakit yang aku rasakan. dengan sigap dan cepat bapak langsung menghampiriku ke kamarku. beliau mengusap kepalaku yang panas dan mengambilkan minum yang aku butuhkan.
aku menangis malam itu karena tenggorokanku yang tidak bisa menelan apa-apa.
dan keesokan harinya, bapakku tidur di sebelah tempat tidurku. aku terbangun dan bapakku juga ikut terbangun, takut jika aku kenapa-kenapa. akhirnya aku di periksa ke dokter ternyata radang tenggorokan. dari kecil aku memang punya radang di tenggorokan.
dan begitulah, setelah sembuh aku masih tetap bertengkar. dan kali ini aku bersikap mengalah saja pada bapak.

0 comments:

Post a Comment

 

Freedom... Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review