Sebut saja aku Mike, aku mempunyai seorang pacar bernama Dina. dia baik hati, pintar, tidak sombong dan pasti rajin menabung. kita memiliki perbedaan yang sangat jauh. umur lebih tua 5 tahun, berbeda sifat, dia pendiam dan aku tidak bisa diam. dan paling membedakan kita adalah perbedaan agama.
selama setahun ini hubungan kita baik-baik saja dikarenakan kami saling menghormati agaman kita masing-masing. kalau hari Minggu aku harus bersabar dan ikhlas kalau sebelum kita nge-date dia harus ke gereja untuk beribadah, dan kalaupun hari Jumat dia juga menungguku di rumah untuk sholat Jumat. perbedaan umur? aku tidak memikirkan hal itu. meskipun umur lebih tua Dina tapi kita juga saling menghargai.
terkadang sifat manja Dina membuatku menjadi seorang lelaki yang dewasa.
tapi keadaan berkata lain, kami akhirnya putus dengan baik-baik dikarenakan alasan perbedaan agama. sebenarnya orang tua menyerahkan semua keputusan padaku. tapi dikarenakan kita sudah tidak cocok dengan suasana hati orang tua Dina. dengan sangat terpaksa.
kita menangis saat itu. Dina berbicara seandainya kita sama-sama 1 agama. kita punya 1 tujuan untuk mempermudah keadaan ke depannya.
tapi memang takdir sudah bilang seperti itu, aku tidak bisa menghalanginya. aku putus dengan Dina.
sampai beberapa bulan ke depannya aku masih berhubungan baik dengannya.
aku masih sering keluar bersama seseringnya kita hanya makan berdua. tapi itu membuat aku ingin kembali padanya. tapi Dina sudah cukup dengan hubungan seperti ini.
hubungan yang tidak jelas, apakah kita sepasang kekasih atau bukan. kita tetap berpegangan tangan, dan jalan berdua.
dan sampai pada saat aku ingin kejelasan, aku ajak Dina kembali padaku, aku bilang kepadanya kita serahkan urusan pernikahan dan sebagainya kepada yang di Atas. kita lanjutkan saja hubungan ini, toh kita selalu saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
dengan tangisan yang tiba-tiba mengena di dadaku Dina menangis sambil memegang tanganku erat. dia tetap tidak bisa kembali padaku.
aku hilang akal dan meninggalkannya begitu saja.
aku memang gila oleh cinta, aku memang sayang dengan Dina. tapi aku tidak akan pernah dan mau berpindah agama, sama dengan keputasn Dina yang enggan berpindah agama.
Siapa aja ya...
Total Pageviews
Popular Posts
-
Dear Mantan Gebetan yang entah dimana... Halo gebetan, aku mau mengungkapkan semua yang ada di hatiku. Aku sudah suka kamu dari SMP tau. T...
-
Sebut saja aku Mike, aku mempunyai seorang pacar bernama Dina. dia baik hati, pintar, tidak sombong dan pasti rajin menabung. kita memiliki ...
-
aku ingin bercerita tentang seseorang yang sangat perhatian padaku. aku akui memang aku memiliki rasa suka padanya. tapi sayangnya dia hanya...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
jarang paling jauh bagi kedua orang yang saling mencintai adalah agama. .
itu dari apa yang pernah tak baca. .
jarang paling jauh maksute beh ?
Post a Comment