Tuesday, February 2, 2016

Here Without You V

Posted by ceritacurhatku at 3:44 AM
Sesampainya di rumah, Mila langsung masuk ke dalam kamar dan cepat-cepat membersihkan diri. Menurut Mila sepanjang jalan pulang tadi Riki tidak mengatakan apapun soal pembicaraannya tadi siang. Entah ada maksut apa, tapi Mila tahu perasaan Riki sekarang.
"Eheemm" terdengar suara Riki yang mendatangi Mila di balkon lantai dua. Mila terlihat tanpa ekspresi, Riki tahu itu akibat perbuatannya. Sebenarnya Riki tidak mau mengungkapkan sekarang, tapi dia takut kalau perasaan ini terlambat.
Mila terlihat sedikit salah tingkah saat melihat Riki duduk di sebelahnya. Riki dengan santainya melihat ke arah langit yang berbintang, seakan-akan dia berbicara pada Leo sahabatnya.
"La, gue mau ngasih tahu lo sesuatu..." ucap Riki pelan. "Lo tau kan kalau gue sayang banget sama lo La. Bukan sekedar main-main tapi gue serius." Lanjut Riki masih sambil melihat ke arah bintang-bintang.
Mila tidak sadar mengikuti ke arah mana Riki melihat. Dia terdiam, bingung harus berucap apa. Dan sepertinya tanpa Mila tau, dia sayang Riki. Bukan sekedar sayang antara adik kakak, tetapi sebagai pria. Mila tau, Bunda pasti tidak menyetujui ini karena Bunda sudah menganggap Riki anaknya sendiri.
"Oh iya Bang, besok jadi kan ke konsernya Tulus?" tanya Mila menghindari topik sensitif itu. "jangan lupa kasih tau Ria kalo jadi berangkat." Kata Mila sembari berdiri meninggalkan Riki sendiri.
Gue tahu La, kalo lo belum siap sama perasaan yang sudah lama gue pendam. Karena Leo gue mau jadi kakak lo.
Seminggu setelah kepergian Leo
"Riki, ayah akan pindah tugaskan ke Belanda. Kamu ikut kan?" Celetuk Ibu Riki saat berkumpul untuk makan malam bersama.
Riki masih terlihat murung dengan kepergian Leo yang secepat itu hanya berpamitan untuk tidur selamanya. Dengan amanah yang diberikan Leo, Riki tidak akan bisa menolaknya. Mila sudah dia anggap sebagai adik sendiri. Riki sangat menyayangi Mila, seperti Leo menyayanginya.
"Tidak usah dipaksakan untuk mengabulkan permintaan Leo nak, kamu sudah memiliki keluarga dan kehidupan kamu sendiri." Ibu Riki tidak bisa meninggalkan anaknya sendirian.
"Ma, Riki sudah dewasa. Kepergian Leo bikin Riki ngerti apa itu saudara. Sementara Riki anak tunggal Ma. Riki ingin tetap disini menemani Tante Amel dan Mila. Tinggal mereka berdua hidup tanpa adanya perlindungan." jelas Riki. Dia ingin orangtuanya mengerti seberapa penting amanah itu.
"Sudah Ma, biarkan Riki di Indonesia. Toh kita masih punya rumah untuk dia tinggali." potong sang Ayah.
"Nggak Pa, jual saja rumah ini dan aku akan tinggal di rumah Mila. Urusan uang dan sebagainya pasti bisa aku urus. Tante Amel sudah seperti ibu keduaku Ma, Pa.."
Sesaat mereka berangkat menuju Belanda, pesawat yang ditumpangi orang tua Riki jatuh dan tidak diketemukan jasadnya. Berlipat-lipat rasa kehilangan Riki, setelah kehilangan sahabatnya dia kehilangan kedua orang tuanya. Dengan penuh perhatian Ibu Mila menganggap bahwa Riki juga anaknya, dan Mila sebagai adiknya.
Mila masuk ke dalam kamar dengan kebingungan akan sikap yang harus dia berikan kepada Riki. Sejauh ini Mila masih menganggap dia sebagai Abangnya, tapi terkadang apabila Riki bersama Ria, Mila pasti kalang kabut karena cemburu. Mungkin Mila masih belum menyadarinya.
Ke esokan harinya, kampus terasa ramai. Di dalam DOM kampus banyak orang yang sedang membangun panggung untuk konser Tulus besok. Mila lupa kalau dia pergi ditemani oleh Alfin, dan Riki pasti dengan Ria. Mereka sepertinya sudah membahasnya tadi malam sebelum Mila tidur. Karena tadi malam, Mila mendengar suara Ria di telepon saat dia belum masuk ke kamarnya.

Besok jangan lupa, aku jemput di rumah jam 7 yah
Alfin.

"Ahh iyaa, besok pergi sama Alfin" gumam Mila.
Ria yang sedaritadi melihat tingkah Mila jadi penasaran, wajah dia sama seperti waktu akan pergi ke makamnya Leo. Sebenarnya ada yang ingin Ria omongin tapi berhubung sahabatnya ini lagi murung diurungkan niatnya.
***
Siang bolong begini, Mila sedang sibuk memilih baju yang akan dipakainya nanti. Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar. Terdengar suara Ria yang datang masuk ke dalam kamar Mila.
"Mil, gue nanti kayaknya nggak bisa ikutan deh." kata Ria yang sudah duduk rapi di kasur Mila yang empuk.
"Lhah, kenapa nggak jadi ikut sih? ya udah gue batalin juga acara sama Alfin deh" balas Mila sewot, mendengar perkataan Ria barusan.
"Iya, kan ada Alfin. Mau lo anggurin tuh cowok? lumayan lo nggak usah ngeluarin duit buat nonton." celoteh Ria yang sekarang sudah rebahan santai di kasur Mila.
Dasar matre nih Ria, tapi betul juga sih keluar nggak ngeluarin duit. Kan ada Alfin.. "eh berarti Riki nggak jadi ikut juga?" tanya Mila, yang baru teringat kalau Riki sama Ria bakal ikut juga.
"Nggak sih, katanya dia ada acara sama temen-temennya" balas Ria.
"Laah, kok nggak bilang sih. Gue kan jadi nggak bisa sampai malem Ya kalau nggak ada abang gue." jelas Mila yang takut kalau proses perijinan nanti terhambat. Maksutnya ijin ke Bunda sih.
Hari beranjak malam, akhirnya setelah beberapa jam tadi Mila sudah menetapkan diri akan memakai raped jeans nya dan kaos kasual ditambahi flat shoes kebanggaannya. Jam sudah menunjukkan jam 7 malam, dan Alfin belum datang juga. Riki yang bersiap-siap untuk pergi, melihat Mila yang sudah rapi masih menunggu jemputan.
"Lo berangkat sama siapa?" Tanya Riki yang akan berangkat pergi bertemu teman-temannya.
"Temen gue bang, tapi belum dateng juga." jelas Mila yang anteng menunggu Alfin datang.
"Berangkat bareng gue aja, nanti bilang ke temen lo kalau udah sampai sana. Gimana?" Tawar Riki dengan senang hati.
Karena takut kalau konsernya sudah mulai, akhirnya Mila terpaksa ikut ajakan Riki untuk berangkat duluan. Sesampainya di depan DOM kampusnya sudah ramai mobil yang terparkir disana. Yang lagi pacaran, atau yang pergi bareng temen dan sahabatnya semua datang untuk memenuhi konser Tulus.
Dan Mila, masih di depan DOM menunggu Alfin datang. Tapi beberapa menit kemudian, ada pesan masuk yang berisi kalau Alfin tidak bisa datang karena Ibunya sedang sakit dan masuk ke rumah sakit. Setengah jam Mila sudah menunggu di depan sana, semua sudah masuk ke dalam untuk menikmati lagu Tulus yang romantis itu. Mila seakan mau menangis, baru kali ini dia di tinggal sendirian di tempat ramai seperti ini.
Tidak di sadari ada mobil yang menghampiri Mila. Dia berharap kalau itu Alfin, tapi ternyata yang datang adalah Riki.
"Kenapa lo masih disini sih? mana cowok lo yang katanya mau jemput ke rumah? " Kata Riki yang hampir menyerupai bentakan. Pertanyaan Riki membuat Mila menangis, tiba-tiba ada perasaan lega saat Riki datang.

-Bersambung-

0 comments:

Post a Comment

 

Freedom... Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review