Tidak lama, Riki berhenti di depan cafe dekat kantornya. Sesaat Mila bingung kenapa Riki mengajaknya ke cafe. Padahal Mila masih bingung harus bicara apa semenjak Riki mengungkapkan perasaannya. Ternyata di dalam sudah ada Hendra dan Lisa yang sedang bercengkrama.
"Nah, ini dateng pasangan baru..." dengan cepat Lisa menutup mulut Hendra dengan sedikit kasar. Seperti ada rahasia yang disimpan mereka bertiga. Mila melihat heran kearah Riki, Hendra dan Lisa secara bergantian.
"Sori, Hendra lagi kehabisan obat gilanya." celetuk Lisa yang tersenyum cantik ke arah dua orang yang bari datang itu.
"Loh, bukannya Mila mau nonton konser Tulus?" tanya Hendra sambil memegangi mulutnya yang sedikit merah.
"Dia tadi di tinggal temen cowoknya sendirian." Kata Riki menjelaskan. "kenapa lo gak marah sih ke cowok yang bernama Alfin itu?" tanya Riki menyelidik.
"Kok lo tau sih siapa Alfin?" Kali ini Mila yang bertanya bingung.
"Siapa yang gak cerita semua ke gue, kalau bukan Ria." jelas Riki.
Sialan Ria!!!
"Nanti aja kita lanjutin... " lanjut Riki yang melihat keadaan Hendra dan Lisa yang keheranan.
"Ada permasalahan dalam rumah tangga nih sepertinya..." ucap Hendra yang lagi-lagi tanpa basa-basi.
"Ndra, kayaknya malem ini lo berisik yah?" sela Riki yang sedaritadi mendengar ocehan Hendra yang nggak jelas.
"Udah sana beliin Mila apa kek sama Riki biar gue yang nemenin Mila." kata Lisa sedikit mengusir Hendra yang lagi berisik.
"Sayang mau minum apa?" tanya Hendra sambil pasang wajah imutnya.
"Seperti biasa aja ya sayang, yang itu tuh.." jawab Lisa membalas keimutan Hendra. Diliat-liat pemandangan yang mereka buat ini seperti sitcom aja.
Setelah dua cowok itu pergi membeli minuman, Lisa dengan serius menatap Mila yang belum siap di introgasi. Pasti Lisa sama Hendra tau permasalahan kita, kenapa kelihatan nggak akur.
"Riki udah ngasih tau gimana perasaan dia kan?" tanya Lisa tiba-tiba.
"Kakak itu peramal yah? kok bisa tau sih apa aja yang berhubungan sama Riki?" tanya Mila heran.
"Yah, gue sama Riki udah lama kali sahabatan. Udah sempet jadi pacar." jelas Lisa sambil melihat ke arah Riki dan Hendra yang sedang tertawa, nggak tau bercanda apaan. "dia udah anggep lo cewek semenjak lo SMP."
Kok agak serem dengernya sih...
"Serem yah dengernya? hahahahaha Riki masih belum sadar aja. Saat kuliah dia tiba-tiba mutusin gue. Dan gue tau kalau dia ada perasaan ke elo." jelas Lisa. "gue tau karena perhatian Riki semua diberikan ke elo, akhirnya gue tau kalau lo bukan adik kandungnya. Gue bertanya-tanya, kurang apa sih gue sampai gue kalah sama anak SMP. Ternyata rasa sayang dari adik-kakak bisa jadi cinta dari lelaki ke wanita. Dan dia tulus sayang dan cinta sama lo. Makanya dia marah-marah saat ada cowok yang ninggalin lo. Sebenernya Bayu udah di hajar babak belur sama Riki setelah dia tau kalau lo cuma buat selingkuhan doang." cerita Lisa yang masih memandang ke arah kedua cowok itu.
"Sebenernya gue nggak tau kalau Riki ngehajar Bayu gara-gara ketauan selingkuh kak. Suer deh.." kata Mila.
Tiba-tiba Lisa menutup mulutnya sendiri dengan sedikit keras. "Emm La, yang tadi gue keceplosan.. jangan bilang ke Riki kalau gue cerita yang itu." jelas Lisa yang sekarang memegang tangan gue sambil memohon. Hhahaha lucu juga kak Lisa.
***
"Bang... " panggil Mila, sesaat mereka di dalam mobil setelah menemui Hendra dan Lisa di cafe tadi."Ada apa La?"
"Makasih udah sayang banget ke gue..." kata Mila tiba-tiba. Langsung saja membuat jantung Riki berdetak cepat. "Makasih udah mau bela gue di depan Bayu. Yang ini jangan marah ke Kak Lisa yah." lanjut Mila sambil memohon supaya Lisa nggak di musuhi.
Riki langsung menghentikan mobilnya dan turun di sebuah taman. Riki dengan detak jantungnya yang cepat, dan Mila yang kebingungan harus bersikap seperti apa.
"La, lo tau kan kalau gue nggak main-main?" tanya Riki dengan wajah serius sambil menahan kalau jantungnya pecah. Sedikit lega karena Mila mengangguk cepat. Berarti dia tau kalau Mila sudah paham dengan perasaan Riki sekarang. "Gue udah sayang sama lo semenjak lo menghibur gue waktu ortu gue nggak ada. Gue tau gimana rasa Leo yang memiliki lo. Dan jangan anggap gue pedophil ya." Jelas Riki sambil sedikit candaan.
"Kalau Leo tau gue naksir lo, udah babak belur dari dulu-dulu karena dia sayang banget sama lo. Gue boleh kan sayang lo bukan karena seorang adik? gue sayang lo sebagai wanita yang harus gue lindungi. Dan kalau gue ketemu Alfin lagi, bakal gue hajar habis-habisan karena sudah diemin adik gue." Jelas Riki sambil menggenggam salah satu tangannya dengan erat. Mila mencoba untuk menenangkan dengan menggenggam tangan Riki. Tidak lama genggaman itu meregang dan menjadi tenang.
"Thanks bang udah ngelindungi gue dan juga Bunda selama ini." jawab Mila yang sekarang sedang memeluk Riki erat. Mereka sudah membuang predikat adik kakak dan menjadi sepasang kekasih yang tidak bisa dipisahkan.
"Lo mau kan jadi cewek gue?" dengan cepat Mila menganggukkan kepalanya. Mila sudah tau betapa sayangnya Riki selama ini.
-TAMAT-
0 comments:
Post a Comment