Wednesday, April 30, 2014

I'm In Love (Part 6)

Posted by ceritacurhatku at 12:35 AM 0 comments
"Mbak Mila, di panggil mas Ari di ruangannya."
"Ada apa mas manggil aku ?" tanya mbak Mila, dengan sedikit tergesa-gesa karena sanggul di kepalanya belum terpasang.
"Ini Mil, ada adik sepupuku yang nanti jadi fotografer. nanti kamu antar ke tempatnya ya." pinta mas Ari.
aku saja belum selesai dandan kok sudah di suruh nganter orang segala, nanti kalau telat aku yang dimarahin. batin mbak Mila kesal.
"Mila..." kata cewek itu memperkenalkan diri.
"Gue Elan dari Bandung."
"Oke mas, aku antar dia dulu ya. ini aku belum pakai sanggul." kata dia dengan nada tergesa-gesa.
gue diajak untuk muter-muter ke panggung, ke tempat ponoton dan belakang panggung.
pemain juga banyak sekali, aku melihat di ruang rias ada seorang cewek yang sepertinya aku kenal.
"Eh, kamu Elan kan temen sekelasku yang anak baru itu ?" tanya seorang cewek dengan cowoknya yang aku tidak tahu siapa dia. maklum aku masih belum hafal nama dan muka teman-temanku. "Aku Ira, yang sebangku sama Lina."
oh, cewek yang tukang gosip waktu itu. "Ohh, iya inget gue."
"Lan, kesini sebentar." gue mengikuti arah suara itu, ternyata Ari manggil gue.
"Gue kesana sebentar ya." pamitku pada teman sebangkunya Lina. dengan berjalan santai aku menuju ke tempat Ari berdiri.
"Nanti kamu potret yang pas depan panggung ya, kan lebih jelas tuh pemainnya. terus kamu juga sering-sering potret penontonnya juga biar tahu berapa banyak yang nonton." jelas Ari panjang lebar.
gue mah udah tahu kalau soal spot atau angle yang pas dimana.
penonton sudah banyak yang datang, dan pertunjukan sebentar lagi akan di mulai. cewek yang tadi nganter gue ke depan panggung, si Mila yang membuka acara ini dengan tariannya.
nggak akan gue lewatkan nih pas banget objeknya.
setelah Mila turun, giliran cewek itu. "Ari, itu yang penari kedua namanya Lina ya ?" tanya gue.
"Iya Lan, kenapa ? kok kenal? " ganti Ari yang bertanya.
"Temen sekelas gue Ri."
aku cari spot dan angle yang pas, dia terlihat berbeda. luwes tangannya, manis senyumnya. kemudian aku menuju tepat di depannya sampai gue merasa kalau dia kaget melihat gue ada di depan panggung.
selesai penampilannya dan ada sesi jeda. gue mengikuti Lina pergi, ternyata dia ingin duduk di belakang panggung.
"Hai..." sapa gue. bener apa yang gue perhatiin dari tadi. dia kelihatan cantik dan manis. dia balas dengan senyumannya, kita mengobrol banyak sampai pada saat dia melihat hasil jepretanku yang salah pencet tombol arah. muncul foto gue dan Indri sewaktu kita masih di Bandung. gue refleks ngambil kamera dan mengarahakan tombol yang benar.
"Nah, ini baru lu." kata gue sambil menyerahkan kamera gue lagi. dia seperti nggak percaya dan takjub lihat hasil fotonya.
dan akhirnya obrolan kita terganggu karena penampilan selanjutnya akan dimulai.
"Gue kesana dulu ya, ada yang mau tampil" kata gue sambil meminta kamera dan langsung pergi.



I'm In Love (Part 5)

Posted by ceritacurhatku at 12:04 AM 2 comments
hari dimana pertunjukanku di mulai. meskipun sudah berkali-kali sanggar ini mengadakan pertunjukan, aku tetap cemas apa pertunjukannya berhasil, atau aku nanti salah gerakan. aku khawatir itu.
"Linaaaa..." panggil seorang perempuan yang ternyata itu Ira teman sekelasku.
"Makasih ya udah datang, sama siapa kamu ?" tanyaku.
"Sama kakak kelas, Mas Indra." jawab Ira dengan malu-malu hhahah, dasar. "Kamu belum dandan Lin ?" tanya Ira sambil melihat penampilanku yang masih polos.
"Heheh, nunggu antrean Ir... tuh banyak ..." kataku sambil menunjukkan banyaknya peserta pertunjukan. Ira melongok sambil terkagum-kagum melihat para penari yang berubah menjadi cantik dan anggun.
"Lin, sini masuk..." perintah Mbak Lilla si penata rias kami.
"aku dandan dulu ya Ir, kamu sama mas Indra dulu." kataku sambil menyikut Ira pelan. disambutnya dengan senyuman malu-malu.
setelah berdandan, aku melihat seseorang yang sering aku lihat, karena samar-samar aku jadi tidak berpikiran lagi. penonton sudah muai berkumpul, dan pasti ramai sekali. prinsipku agar tidak demam panggung. anggap saja orang-orang yang menonton tidak ada. jadi hanya ada aku yang bergerak mengikuti iringan musik gamelan.
sebelum naik panggung kami semua anggota keluarga sanggar Nias Sari selalu berkumpul dahulu, berdoa dan mengucapkan yell-yell yang biasa kami ucapkan.
"Nias Sari, tak tak gentak joss" semua orang menyebutkan itu agar kita semua bersemangat.
penampilan awal dari mbak Mila yang sudah lama menjadi pelatihku. dia 3 tahun di atasku. badannya ramping, cantik, tinggi, luwes kalau menari pokoknya sempurna buat aku.
penonton benar-benar seperti dugaanku. banyak sekali yang menonton, kebanyakan orang tua yang menonton. yang muda-mudi cuma sedikit yang hadir.
lagi-lagi aku melihat laki-laki itu. tidak mungkin kalau Elan datang kesini, dia kan perantauan dari bandung. bagaimana dia tahu kalau ada pertunjukan tari disini. tanyaku dalam hati. aku cermati memang dia Elan. dia akrab sekali dengan mas Ari.
setelah Mbak Mila, giliran aku yang tampil. aku menampilkan tari Golek Ayun-ayun yang biasanya di tunjukkan pada penerimaan tamu agung di Keraton Yogyakarta.
pertunjukanku lumayan berhasil kalau tidak kaget karena melihat Elan benar-benar ada di sini.
aku langsung menuju ke belakang panggung untuk beristirahat. pada waktu itu Elan yang membawa kamera di kalungkan pada lehernya. aku melihat dia sangat keren memegang kamera itu.
"Hai." sapa dia yang tahu kalau itu aku. "Lina kan ?" tanya dia takut kalau salah orang.
"Iya, aku Lina. kamu kenapa bisa di sini ?" tanyaku heran.
"Oh, Gue di minta buat fotoin kalian semua. nih buktinya gue bawa kamera." kata dia dengan tersenyum. aku jadi ikut tersenyum juga. "mau lihat ?" tanya dia menawarkan kameranya untuk melihat hasil karyanya. aku ambil kameranya dengan pelan-pelan.
"Huaaa, ternyata kalau di kamera mbak Mila beda ya." kataku kagum pada saat melihat hasil jepretannya. ehh, ini siapa. kok nggak pakai kebaya ?
"Eh itu bukan, itu pacar gue." katanya sambil mengabil kameranya lagi. kemudian memejet tombol arahnya, dan diberikannya kamera itu padaku. "Nah, ini baru lu." kata dia dengan senyumannya lagi.
"Oh, sori. berarti tadi salah pencet" kataku dengan meminta maaf, dibalasnya gelengan menyatakan kalau nggak apa-apa. aku melihat fotoku di kamera itu, aku sendiri tidak percaya kalau itu aku. mungkin karena efek cahanya atau angle-nya.
"Gue kesana dulu ya, ada yang mau tampil." kata dia sambil meminta kameranya kembali.
"Eh, Sori... ini." kataku sambil mengembalikan kameranya. dan dia langsung pergi ke depan panggung dan mulai memotret kembali.


Tuesday, April 29, 2014

I'm In Love (Part 4)

Posted by ceritacurhatku at 6:29 PM 0 comments
cewek itu, bener-bener bikin gemes. muka melongonya saat nyapa gue. dan senyumnya juga masih belum gue lupakan.
saat gue masuk kelas, teman-temen semuanya pada bingung nggak tahu kenapa. sudah seminggu gue ada di kelas ini dan satu kelas bersama dengan cewek itu.
dia bernama Lina, gadis cantik, tinggi, manis dan pipinya yang chubby.
gue langsung menuju tempat duduk dan melihat cewek itu masih berdiri melongo melihat gue berjalan cuek mengacuhkannya. iya dong, gue harus cuek masa' harus ngejar-ngejar dia kayak stalker sih.
"Tir, ada apa kok temen-temen kayak kebakaran jenggot gitu ?" tanyaku pada teman sebangkuku Tiara. dia baik banget kemarin sewaktu gue ngerjain UTS kemarin.
"Itu, nilai UTS mau di umumin, yang nilainya jeblok ortu mau di panggil ke sekolah." jawab Tiara dengan senyum ramahnya.
"Ooooh, pantesan pada bingung." kata gue ber "O" ria.
Ibu wali kelas kita datang dengan berjibun kertas dan map yangada di dekapnya. wali kelas kami mengumumkan nilai semua anak dan dengan gembira juga menyebutkan anak-anak yang meiliki nilai yang tinggi. dan gue sebagai peringkat pertamanya. dan Lina sebagai peringkat kedua. teman-teman semua menoleh ke arah Lina dan melongo. gue lagi-lagi nggak tahu kenapa.
"Ada apa lagi sih Tir nih anak-anak pada melongo." tanyaku bingung.
Tiara membalas lagi, "Lina biasanya yang jadi peringkat pertama Lan, lhah ini tumben-tumbenan dia jadi peringkat dua." jelas Tiara.
dan lagi-lagi gue ber O ria lagi dengan penjelasan Tiara tadi. ternyata dia selalu jadi peringkat satu. gumamku dengan tersenyum.
handphone-ku tiba-tiba bergetar. foto yang ada di depan layar muncul gambar Indri mentereng dengan muka lucunya. gue langsung jawab telponnya "Bentar sayang, aku masih ada guru di kelas" jawabku kemudian aku matikan handphoneku. Tiara melirik dengan muka penuh tanya. "Pacar gue..." jawabku setelah melihat ekspresi Tiara. gantian Tiara yang ber"O" ria.
sepulang sekolah, gue kaget ada seorang cowok yang gagah dengan senyumnya yang khas. ya dia kakak sepupu gue namanya Ari. 4 tahun lebih tua dari gue. asli Jogja, dia punya sanggar tari namanya Nias Sari. dia punya banyak penari tradisional yang juga di kirim keluar negeri.
"Hai broo..." sapaku dengan memeluknya akrab.
"Habis pulang sekolah Lan ?" tanyanya dengan nada orang dewasa.
"Yupp, gue ganti baju dulu ya." gue berjalan ke kamar sambil meneteng tasku. setelah ganti baju, gue dan Ari mengobrol kesana kemari, sampai Ibuku datang sambil membawakan minuman.
tiba-tiba Ibu menanyakan hal yang bikin kagok "Mana pacarmu Ri, kok nggak di ajak ke sini juga." tanya Ibuku dengan tedeng aling-aling.
"Nggak tante, Aku belum punya pacar. masih sibuk ngurusin sanggar." kata Ari dengan tegas. gue dari dulu pengen banget kayak Ari, tegas, berwibawa, dan satu lagi cakep. hhahaha sebenernya gue nggak kalah cakep sih, cuman masih anak SMA jadi masih belum ngerasa dewasa. "Oh iya Lan, kamu masih suka fotografi ?" tanya Ari.
"Masih bro, kenapa ?"
"Mau nggak besok jadi fotografer motretin penariku, gimana ?" tanya Ari dengan penuh harap.
"Di gaji nggak nih ?" tanyaku bercanda. Ibu sampai menyikutku. "Hhehe, nggak-nggak gue bercanda bro" jawabku dengan cengengesan sambil memukul halus pundak saudara gue.
"Santai kalau gaji, pokok besok kamu datang aja bawa kameranya, jepret-jepret deh hhehe" jawab Ari dengan tertawa kecil. Ari memberi gue tiket masuk untuk pertunjukan besok. "jangan lupa ya bro ?" tanya Ari memastikan gue untuk datang. gue mengangguk senang dan menerima tawaran Ari.
"Ari ayo sini makan dulu, tante sudah masak banyak nih." kata Ibu. Ari tidak bisa menolak, karena gue sudah menyeret dia ke meja makan. oke, besok kegemaran gue memotret akan gue tunjukkan.

I'm In Love (Part 3)

Posted by ceritacurhatku at 5:57 PM 0 comments
Senyum itu yang aku ingat saat dia berpamitan pulang kepadaku. oh my God...
jangan-jangan aku suka sama dia, baru pertama kenal sudah begini sih. tanyaku sambil mengacak-acak rambutku yang sudah rapi.
"Ndug, kenopo kowe ?" tanya ibuku yang tiba-tiba berada di depan pintu kamarku. aku terloncat kaget karena malu melihat anaknya mengacak-acak rambut nggak karuan. aku membalas dengan senyum kemudian kembali menyisir rambutku yang panjang.
"Bu, Pak. Lina berangkat ya." pamitku sembari mencium tangan kedua orang tuaku.
aku berangkat dengan menaiki bus transJogja yang ada di dekat rumahku. sudah dari kecil aku dibiarkan untuk mandiri. jadi sudah dari dulu aku berani kemanapun tanpa di antar orang tua.
sesampainya di kelas, teman-teman sudah ribut dengan hasil ujian kemarin. yang katanya kalau nilai jeblok, orang tua harus datang ke sekolah untuk melihat nilainya. aku berharap semoga nilaiku baik-baik saja.
"Hai..." sapa seorang laki-laki yang tepat berada di belakangku. "Sori, gue mau masuk." kata dia lagi. aku lupa kalau aku masih melongo di depan pintu melihat teman-teman yang kebingungan dengan nilainya.
"Sori..." balasku dengan terus maju menjauh dari pintu. laki-laki yang kemarin, batinku.
"Eh, kamu... siapa namamu ?" tanyaku dengan muka bego.
"Gue ?" tanya dia bingung. "Gue Elan."
"Oh, makasih ya kemarin sudah nolongin." kataku dengan senyum yang paling ramah aku tunjukkan.
"Oke, No prob..." balas dia dengan cuek dan langsung menuju tempat duduknya. aku menatapnya kembali dengan melongo, benar-benar melongo.
"Lin, kamu ngapain berdiri seperti itu ?" tanya guruku yang ternyata sudah berada di dalam kelas. siaal, aku tidak sadar kalau Pak Indra sudah masuk. batinku kesal.
tidak disangka ternyata laki-laki itu sudah akrab dengan Tiara yang duduk sebangku dengannya. tidak tahu kenapa, mungkin sewaktu ujian Tiara meminjamkan penghapus atau apalah. kok aku jadi ngurusih dia sih, gumamku sebal.
setelah jam istirahat usai, wali kelas kami datang dengan membawa rekapan nilai UTS kemarin. suasana kelas tiba-tiba berubah. teman sekelas semua merasa was-was dengan niai mereka.
"Ibu akan menyebutkan siapa yang orang tuanya di panggil dan siapa yang nilainya tinggi." kata Bu Mulan dengan tegas dan sesekali membetulkan posisi kacamatanya.
beberapa teman yang di panggil orang tuanya langsung tidak memiliki semangat lagi, seperti besok mau ada Ujian Nasional langsung.
"Baiklah, yang tadi saya sebut berarti kalian harus mengikuti pelajaran tambahan. dan sekarang yang nilainya berada di peringkat dua adalah Lina..." namaku di sebut peringkat ke dua, teman-temanku langsung melihatku kaget. karena biasanya aku selalu peringkat pertama. "peringkat pertama oleh Elan. wah hebat kamu baru pindah sudah menggeser Lina ke peringkat ke dua." kata Bu Mulan lagi dengan memberikan senyum yang biasanya untukku. "Lina, jangan berkecil hati. kamu bisa belajar bareng sama Elan yah..." lanjut Bu Mulan. aku hanya membalas anggukan.
"Lin, kok bisa kamu jadi yang ke dua ?" tanya Ira bingung.
"Pertanyaanmu Ir, kayak aku jadi selingkuhan orang saja. hhahaha..." melihat Ira dengan geli.
"Besok kamu ada pertunjukkan tari ya di sanggar tari Nias Sari ?" tanya Ira dengan mata berbinar-binar seperti dia yang mau lomba.
aku mengangguk dan memberikan 2 tiket untuk melihat pertunjukkanku.
sudah sebulan aku berlatih keras untuk pertunjukan ini, meskipun kaki masih terluka aku harus tetap tampil.

Sunday, April 6, 2014

I'm In Love (Part 2)

Posted by ceritacurhatku at 5:21 AM 2 comments
Sekolah baru lagi, gue paling nggak suka orang tua pindah-pindah proyek. jadinya gue nggak punya kesempatan punya temen deket. sebal lihat mereka sibuk, gue jadi orang yang sangat cuek dengan keadaan. pas gue masuk pertama kali sekolah, gue bertemu dengan cewek tinggi, putih, chubby dan senyumnya...wow
nggak tahu kenapa tiap gue melihat cewek itu, gue ngerasa kayak orang bodoh yang ngelihatin dia terus setiap dia jalan, tertawa dan semuanya. apa ini love at first sight ?? kampreet kenapa gue jadi kayak cewek gini mikir gituan.
soal seperti ini maksutku UTS ini, aku merasa pernah mengerjakan ini di berbagai sekolah ternyata sama saja levelnya.
selesai UTS hari ini, tiba-tiba cewek itu masuk ke kelas. dan gue kaget, ternyata dia tadi seruangan sama gue? ya ampun gara-gara ngerjain UTS jadi nggak ngelihat sana-sini maklum masih murid baru. jadi individualis gue tinggi.
gue pindah ke Jogja gara-gara orang tua ada kerjaan di sini, jadi dengan berat hati harus berpindah-[indah berasa nomaden terus gue. untungnya pindah ke Jogja jadi gue nggak mati kebosanan kalau mau main kemana-mana. handphone-ku bergetar dan ada sms dari pacar gue yang ada di Bandung. iya gue punya pacar di Bandung, gue minta putus soalnya bakal jauh dari dia dan takutnya kita nggak bisa bareng lagi. tapi dia tetap tidak mau putus. ya sudah memang maunya dia seperti itu aku tidak memutuskan dia.
"Sayang, gimana sama sekolah barunya ?" pesan yang tertulis di layar handphone-ku.
"Ada apa sayang ?"
"Eh langsung di telpon sama sayangku, hhaha nggak apa-apa sayang. aku lagi kesepian nih di kelas." jawab pacar gue yang jauh di sana.
"Nggak nge-mall sama si Ella ?" tanya gue bosan.
"Nggak sayang, si ella tuh resek tau. masa ya...." bla bla bla gue nggak mendengarkan apa yang dibocarain sama Indri. gue tinggal hape gue di rumah dan pergi untuk jalan-jalan entah kemana saja.
gue pengen ke Malioboro dengan membawa kamera, mungkin saja ada objek yang menarik.
di Malioboro sangat padat, meskipun siang ataupun malam. pedagang-pedagang di pinggir jalan Malioboro juga sibuk melayani pembeli. aku iseng mengambil objek-objek yang menurutku menarik. dan kebetulan ada seorang cewek yang sedang bersepeda ke arahku dan juga sedang memperhatikan gerakanku dan sampai akhirnya dia terjatuh di pinggir jalanan. dia mengaduh dan ternyata kakinya terluka karena tertimpa sepeda.
aku mendekati dia yang sedang di toong oleh pedagang yang di dekatnya.
ternyata dia cewek yang tadi ketemu di sekolah. akhirnya dengan simpati gue antar dia pulang ke rumahnya. ternyata rumahnya seperti sanggar, dan di depan rumah ada alat dan kain untuk membatik. wah, menarik sekali keluarganya.
gue melihat ibu-ibu yang kaget melihat anaknya berdarah, karena dia terburu-buru sampai aku terdiam di depan pintu. ingin berpamitan tapi ibu itu meminta gue untuk membantu dia mengambilkan obat-obatan di ruang tengah rumahnya.
"Terimakasih ya Mas, sudah mau nganterin Lina." kata ibu itu dengan tersenyum.
"Iya ibu, nggak masalah kok. tadi kebetulan ngelihat dia jatuh."
"Oh, iya udah. nggak mau makan dulu mas ?" tanya ibu itu dengan memegang tanganku.
"Nggak bu, terimakasih. saya masih ada janji sama teman." alasanku, supaya bisa pamit pulang.
"yawes, terimakasih lho ya."
"Iya bu." pamitku dan sambil au melihat cewek itu lagi. "Gue pulang dulu ya." ucapku sambil menuju mobil. cewek itu hanya melihatku dengan senyumnya yang aku ingat.


 

Freedom... Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review