cewek itu, bener-bener bikin gemes. muka melongonya saat nyapa gue. dan senyumnya juga masih belum gue lupakan.
saat gue masuk kelas, teman-temen semuanya pada bingung nggak tahu kenapa. sudah seminggu gue ada di kelas ini dan satu kelas bersama dengan cewek itu.
dia bernama Lina, gadis cantik, tinggi, manis dan pipinya yang chubby.
gue langsung menuju tempat duduk dan melihat cewek itu masih berdiri melongo melihat gue berjalan cuek mengacuhkannya. iya dong, gue harus cuek masa' harus ngejar-ngejar dia kayak stalker sih.
"Tir, ada apa kok temen-temen kayak kebakaran jenggot gitu ?" tanyaku pada teman sebangkuku Tiara. dia baik banget kemarin sewaktu gue ngerjain UTS kemarin.
"Itu, nilai UTS mau di umumin, yang nilainya jeblok ortu mau di panggil ke sekolah." jawab Tiara dengan senyum ramahnya.
"Ooooh, pantesan pada bingung." kata gue ber "O" ria.
Ibu wali kelas kita datang dengan berjibun kertas dan map yangada di dekapnya. wali kelas kami mengumumkan nilai semua anak dan dengan gembira juga menyebutkan anak-anak yang meiliki nilai yang tinggi. dan gue sebagai peringkat pertamanya. dan Lina sebagai peringkat kedua. teman-teman semua menoleh ke arah Lina dan melongo. gue lagi-lagi nggak tahu kenapa.
"Ada apa lagi sih Tir nih anak-anak pada melongo." tanyaku bingung.
Tiara membalas lagi, "Lina biasanya yang jadi peringkat pertama Lan, lhah ini tumben-tumbenan dia jadi peringkat dua." jelas Tiara.
dan lagi-lagi gue ber O ria lagi dengan penjelasan Tiara tadi. ternyata dia selalu jadi peringkat satu. gumamku dengan tersenyum.
handphone-ku tiba-tiba bergetar. foto yang ada di depan layar muncul gambar Indri mentereng dengan muka lucunya. gue langsung jawab telponnya "Bentar sayang, aku masih ada guru di kelas" jawabku kemudian aku matikan handphoneku. Tiara melirik dengan muka penuh tanya. "Pacar gue..." jawabku setelah melihat ekspresi Tiara. gantian Tiara yang ber"O" ria.
sepulang sekolah, gue kaget ada seorang cowok yang gagah dengan senyumnya yang khas. ya dia kakak sepupu gue namanya Ari. 4 tahun lebih tua dari gue. asli Jogja, dia punya sanggar tari namanya Nias Sari. dia punya banyak penari tradisional yang juga di kirim keluar negeri.
"Hai broo..." sapaku dengan memeluknya akrab.
"Habis pulang sekolah Lan ?" tanyanya dengan nada orang dewasa.
"Yupp, gue ganti baju dulu ya." gue berjalan ke kamar sambil meneteng tasku. setelah ganti baju, gue dan Ari mengobrol kesana kemari, sampai Ibuku datang sambil membawakan minuman.
tiba-tiba Ibu menanyakan hal yang bikin kagok "Mana pacarmu Ri, kok nggak di ajak ke sini juga." tanya Ibuku dengan tedeng aling-aling.
"Nggak tante, Aku belum punya pacar. masih sibuk ngurusin sanggar." kata Ari dengan tegas. gue dari dulu pengen banget kayak Ari, tegas, berwibawa, dan satu lagi cakep. hhahaha sebenernya gue nggak kalah cakep sih, cuman masih anak SMA jadi masih belum ngerasa dewasa. "Oh iya Lan, kamu masih suka fotografi ?" tanya Ari.
"Masih bro, kenapa ?"
"Mau nggak besok jadi fotografer motretin penariku, gimana ?" tanya Ari dengan penuh harap.
"Di gaji nggak nih ?" tanyaku bercanda. Ibu sampai menyikutku. "Hhehe, nggak-nggak gue bercanda bro" jawabku dengan cengengesan sambil memukul halus pundak saudara gue.
"Santai kalau gaji, pokok besok kamu datang aja bawa kameranya, jepret-jepret deh hhehe" jawab Ari dengan tertawa kecil. Ari memberi gue tiket masuk untuk pertunjukan besok. "jangan lupa ya bro ?" tanya Ari memastikan gue untuk datang. gue mengangguk senang dan menerima tawaran Ari.
"Ari ayo sini makan dulu, tante sudah masak banyak nih." kata Ibu. Ari tidak bisa menolak, karena gue sudah menyeret dia ke meja makan. oke, besok kegemaran gue memotret akan gue tunjukkan.
Siapa aja ya...
Total Pageviews
Popular Posts
-
Dear Mantan Gebetan yang entah dimana... Halo gebetan, aku mau mengungkapkan semua yang ada di hatiku. Aku sudah suka kamu dari SMP tau. T...
-
Sebut saja aku Mike, aku mempunyai seorang pacar bernama Dina. dia baik hati, pintar, tidak sombong dan pasti rajin menabung. kita memiliki ...
-
aku ingin bercerita tentang seseorang yang sangat perhatian padaku. aku akui memang aku memiliki rasa suka padanya. tapi sayangnya dia hanya...
Tuesday, April 29, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment