Tuesday, April 29, 2014

I'm In Love (Part 3)

Posted by ceritacurhatku at 5:57 PM
Senyum itu yang aku ingat saat dia berpamitan pulang kepadaku. oh my God...
jangan-jangan aku suka sama dia, baru pertama kenal sudah begini sih. tanyaku sambil mengacak-acak rambutku yang sudah rapi.
"Ndug, kenopo kowe ?" tanya ibuku yang tiba-tiba berada di depan pintu kamarku. aku terloncat kaget karena malu melihat anaknya mengacak-acak rambut nggak karuan. aku membalas dengan senyum kemudian kembali menyisir rambutku yang panjang.
"Bu, Pak. Lina berangkat ya." pamitku sembari mencium tangan kedua orang tuaku.
aku berangkat dengan menaiki bus transJogja yang ada di dekat rumahku. sudah dari kecil aku dibiarkan untuk mandiri. jadi sudah dari dulu aku berani kemanapun tanpa di antar orang tua.
sesampainya di kelas, teman-teman sudah ribut dengan hasil ujian kemarin. yang katanya kalau nilai jeblok, orang tua harus datang ke sekolah untuk melihat nilainya. aku berharap semoga nilaiku baik-baik saja.
"Hai..." sapa seorang laki-laki yang tepat berada di belakangku. "Sori, gue mau masuk." kata dia lagi. aku lupa kalau aku masih melongo di depan pintu melihat teman-teman yang kebingungan dengan nilainya.
"Sori..." balasku dengan terus maju menjauh dari pintu. laki-laki yang kemarin, batinku.
"Eh, kamu... siapa namamu ?" tanyaku dengan muka bego.
"Gue ?" tanya dia bingung. "Gue Elan."
"Oh, makasih ya kemarin sudah nolongin." kataku dengan senyum yang paling ramah aku tunjukkan.
"Oke, No prob..." balas dia dengan cuek dan langsung menuju tempat duduknya. aku menatapnya kembali dengan melongo, benar-benar melongo.
"Lin, kamu ngapain berdiri seperti itu ?" tanya guruku yang ternyata sudah berada di dalam kelas. siaal, aku tidak sadar kalau Pak Indra sudah masuk. batinku kesal.
tidak disangka ternyata laki-laki itu sudah akrab dengan Tiara yang duduk sebangku dengannya. tidak tahu kenapa, mungkin sewaktu ujian Tiara meminjamkan penghapus atau apalah. kok aku jadi ngurusih dia sih, gumamku sebal.
setelah jam istirahat usai, wali kelas kami datang dengan membawa rekapan nilai UTS kemarin. suasana kelas tiba-tiba berubah. teman sekelas semua merasa was-was dengan niai mereka.
"Ibu akan menyebutkan siapa yang orang tuanya di panggil dan siapa yang nilainya tinggi." kata Bu Mulan dengan tegas dan sesekali membetulkan posisi kacamatanya.
beberapa teman yang di panggil orang tuanya langsung tidak memiliki semangat lagi, seperti besok mau ada Ujian Nasional langsung.
"Baiklah, yang tadi saya sebut berarti kalian harus mengikuti pelajaran tambahan. dan sekarang yang nilainya berada di peringkat dua adalah Lina..." namaku di sebut peringkat ke dua, teman-temanku langsung melihatku kaget. karena biasanya aku selalu peringkat pertama. "peringkat pertama oleh Elan. wah hebat kamu baru pindah sudah menggeser Lina ke peringkat ke dua." kata Bu Mulan lagi dengan memberikan senyum yang biasanya untukku. "Lina, jangan berkecil hati. kamu bisa belajar bareng sama Elan yah..." lanjut Bu Mulan. aku hanya membalas anggukan.
"Lin, kok bisa kamu jadi yang ke dua ?" tanya Ira bingung.
"Pertanyaanmu Ir, kayak aku jadi selingkuhan orang saja. hhahaha..." melihat Ira dengan geli.
"Besok kamu ada pertunjukkan tari ya di sanggar tari Nias Sari ?" tanya Ira dengan mata berbinar-binar seperti dia yang mau lomba.
aku mengangguk dan memberikan 2 tiket untuk melihat pertunjukkanku.
sudah sebulan aku berlatih keras untuk pertunjukan ini, meskipun kaki masih terluka aku harus tetap tampil.

0 comments:

Post a Comment

 

Freedom... Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review