Sekolah baru lagi, gue paling nggak suka orang tua pindah-pindah proyek. jadinya gue nggak punya kesempatan punya temen deket. sebal lihat mereka sibuk, gue jadi orang yang sangat cuek dengan keadaan. pas gue masuk pertama kali sekolah, gue bertemu dengan cewek tinggi, putih, chubby dan senyumnya...wow
nggak tahu kenapa tiap gue melihat cewek itu, gue ngerasa kayak orang bodoh yang ngelihatin dia terus setiap dia jalan, tertawa dan semuanya. apa ini love at first sight ?? kampreet kenapa gue jadi kayak cewek gini mikir gituan.
soal seperti ini maksutku UTS ini, aku merasa pernah mengerjakan ini di berbagai sekolah ternyata sama saja levelnya.
selesai UTS hari ini, tiba-tiba cewek itu masuk ke kelas. dan gue kaget, ternyata dia tadi seruangan sama gue? ya ampun gara-gara ngerjain UTS jadi nggak ngelihat sana-sini maklum masih murid baru. jadi individualis gue tinggi.
gue pindah ke Jogja gara-gara orang tua ada kerjaan di sini, jadi dengan berat hati harus berpindah-[indah berasa nomaden terus gue. untungnya pindah ke Jogja jadi gue nggak mati kebosanan kalau mau main kemana-mana. handphone-ku bergetar dan ada sms dari pacar gue yang ada di Bandung. iya gue punya pacar di Bandung, gue minta putus soalnya bakal jauh dari dia dan takutnya kita nggak bisa bareng lagi. tapi dia tetap tidak mau putus. ya sudah memang maunya dia seperti itu aku tidak memutuskan dia.
"Sayang, gimana sama sekolah barunya ?" pesan yang tertulis di layar handphone-ku.
"Ada apa sayang ?"
"Eh langsung di telpon sama sayangku, hhaha nggak apa-apa sayang. aku lagi kesepian nih di kelas." jawab pacar gue yang jauh di sana.
"Nggak nge-mall sama si Ella ?" tanya gue bosan.
"Nggak sayang, si ella tuh resek tau. masa ya...." bla bla bla gue nggak mendengarkan apa yang dibocarain sama Indri. gue tinggal hape gue di rumah dan pergi untuk jalan-jalan entah kemana saja.
gue pengen ke Malioboro dengan membawa kamera, mungkin saja ada objek yang menarik.
di Malioboro sangat padat, meskipun siang ataupun malam. pedagang-pedagang di pinggir jalan Malioboro juga sibuk melayani pembeli. aku iseng mengambil objek-objek yang menurutku menarik. dan kebetulan ada seorang cewek yang sedang bersepeda ke arahku dan juga sedang memperhatikan gerakanku dan sampai akhirnya dia terjatuh di pinggir jalanan. dia mengaduh dan ternyata kakinya terluka karena tertimpa sepeda.
aku mendekati dia yang sedang di toong oleh pedagang yang di dekatnya.
ternyata dia cewek yang tadi ketemu di sekolah. akhirnya dengan simpati gue antar dia pulang ke rumahnya. ternyata rumahnya seperti sanggar, dan di depan rumah ada alat dan kain untuk membatik. wah, menarik sekali keluarganya.
gue melihat ibu-ibu yang kaget melihat anaknya berdarah, karena dia terburu-buru sampai aku terdiam di depan pintu. ingin berpamitan tapi ibu itu meminta gue untuk membantu dia mengambilkan obat-obatan di ruang tengah rumahnya.
"Terimakasih ya Mas, sudah mau nganterin Lina." kata ibu itu dengan tersenyum.
"Iya ibu, nggak masalah kok. tadi kebetulan ngelihat dia jatuh."
"Oh, iya udah. nggak mau makan dulu mas ?" tanya ibu itu dengan memegang tanganku.
"Nggak bu, terimakasih. saya masih ada janji sama teman." alasanku, supaya bisa pamit pulang.
"yawes, terimakasih lho ya."
"Iya bu." pamitku dan sambil au melihat cewek itu lagi. "Gue pulang dulu ya." ucapku sambil menuju mobil. cewek itu hanya melihatku dengan senyumnya yang aku ingat.
Siapa aja ya...
Total Pageviews
Popular Posts
-
Dear Mantan Gebetan yang entah dimana... Halo gebetan, aku mau mengungkapkan semua yang ada di hatiku. Aku sudah suka kamu dari SMP tau. T...
-
Sebut saja aku Mike, aku mempunyai seorang pacar bernama Dina. dia baik hati, pintar, tidak sombong dan pasti rajin menabung. kita memiliki ...
-
aku ingin bercerita tentang seseorang yang sangat perhatian padaku. aku akui memang aku memiliki rasa suka padanya. tapi sayangnya dia hanya...
Sunday, April 6, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
ehmm saya suka saya suka. .
ceritanya dari dua sisi. .
haha
iyaaap.. sampe bingung arep nerusno opo :p
Post a Comment