hari dimana pertunjukanku di mulai. meskipun sudah berkali-kali sanggar ini mengadakan pertunjukan, aku tetap cemas apa pertunjukannya berhasil, atau aku nanti salah gerakan. aku khawatir itu.
"Linaaaa..." panggil seorang perempuan yang ternyata itu Ira teman sekelasku.
"Makasih ya udah datang, sama siapa kamu ?" tanyaku.
"Sama kakak kelas, Mas Indra." jawab Ira dengan malu-malu hhahah, dasar. "Kamu belum dandan Lin ?" tanya Ira sambil melihat penampilanku yang masih polos.
"Heheh, nunggu antrean Ir... tuh banyak ..." kataku sambil menunjukkan banyaknya peserta pertunjukan. Ira melongok sambil terkagum-kagum melihat para penari yang berubah menjadi cantik dan anggun.
"Lin, sini masuk..." perintah Mbak Lilla si penata rias kami.
"aku dandan dulu ya Ir, kamu sama mas Indra dulu." kataku sambil menyikut Ira pelan. disambutnya dengan senyuman malu-malu.
setelah berdandan, aku melihat seseorang yang sering aku lihat, karena samar-samar aku jadi tidak berpikiran lagi. penonton sudah muai berkumpul, dan pasti ramai sekali. prinsipku agar tidak demam panggung. anggap saja orang-orang yang menonton tidak ada. jadi hanya ada aku yang bergerak mengikuti iringan musik gamelan.
sebelum naik panggung kami semua anggota keluarga sanggar Nias Sari selalu berkumpul dahulu, berdoa dan mengucapkan yell-yell yang biasa kami ucapkan.
"Nias Sari, tak tak gentak joss" semua orang menyebutkan itu agar kita semua bersemangat.
penampilan awal dari mbak Mila yang sudah lama menjadi pelatihku. dia 3 tahun di atasku. badannya ramping, cantik, tinggi, luwes kalau menari pokoknya sempurna buat aku.
penonton benar-benar seperti dugaanku. banyak sekali yang menonton, kebanyakan orang tua yang menonton. yang muda-mudi cuma sedikit yang hadir.
lagi-lagi aku melihat laki-laki itu. tidak mungkin kalau Elan datang kesini, dia kan perantauan dari bandung. bagaimana dia tahu kalau ada pertunjukan tari disini. tanyaku dalam hati. aku cermati memang dia Elan. dia akrab sekali dengan mas Ari.
setelah Mbak Mila, giliran aku yang tampil. aku menampilkan tari Golek Ayun-ayun yang biasanya di tunjukkan pada penerimaan tamu agung di Keraton Yogyakarta.
pertunjukanku lumayan berhasil kalau tidak kaget karena melihat Elan benar-benar ada di sini.
aku langsung menuju ke belakang panggung untuk beristirahat. pada waktu itu Elan yang membawa kamera di kalungkan pada lehernya. aku melihat dia sangat keren memegang kamera itu.
"Hai." sapa dia yang tahu kalau itu aku. "Lina kan ?" tanya dia takut kalau salah orang.
"Iya, aku Lina. kamu kenapa bisa di sini ?" tanyaku heran.
"Oh, Gue di minta buat fotoin kalian semua. nih buktinya gue bawa kamera." kata dia dengan tersenyum. aku jadi ikut tersenyum juga. "mau lihat ?" tanya dia menawarkan kameranya untuk melihat hasil karyanya. aku ambil kameranya dengan pelan-pelan.
"Huaaa, ternyata kalau di kamera mbak Mila beda ya." kataku kagum pada saat melihat hasil jepretannya. ehh, ini siapa. kok nggak pakai kebaya ?
"Eh itu bukan, itu pacar gue." katanya sambil mengabil kameranya lagi. kemudian memejet tombol arahnya, dan diberikannya kamera itu padaku. "Nah, ini baru lu." kata dia dengan senyumannya lagi.
"Oh, sori. berarti tadi salah pencet" kataku dengan meminta maaf, dibalasnya gelengan menyatakan kalau nggak apa-apa. aku melihat fotoku di kamera itu, aku sendiri tidak percaya kalau itu aku. mungkin karena efek cahanya atau angle-nya.
"Gue kesana dulu ya, ada yang mau tampil." kata dia sambil meminta kameranya kembali.
"Eh, Sori... ini." kataku sambil mengembalikan kameranya. dan dia langsung pergi ke depan panggung dan mulai memotret kembali.
Siapa aja ya...
Total Pageviews
Popular Posts
-
Dear Mantan Gebetan yang entah dimana... Halo gebetan, aku mau mengungkapkan semua yang ada di hatiku. Aku sudah suka kamu dari SMP tau. T...
-
Sebut saja aku Mike, aku mempunyai seorang pacar bernama Dina. dia baik hati, pintar, tidak sombong dan pasti rajin menabung. kita memiliki ...
-
aku ingin bercerita tentang seseorang yang sangat perhatian padaku. aku akui memang aku memiliki rasa suka padanya. tapi sayangnya dia hanya...
Wednesday, April 30, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
clise banget tich jd udh bisa ditebak. .
momennya kuraaaang. .
haha
maav komen orang amatir. .
di tebak ? piye piye apike ? hhehe
Post a Comment