"Kamu kan pacarnya Alfin??" tanya Mila sambil menunjuk ke arah cewek itu.
"Iya, gue Sesil mantannya Alfin. Dia tadi pasti nemuin kamu kan?"
berasa ada bunyi petir di kepala Mila, dia kaget dengan apa yang dibilang cewek yang ada di depan itu dengan kaki yang berdarah.
"Oke, Mbak duduk dulu aja di kamar saya." Mila mempersilahkan Sesil masuk, tapi cewek itu melepaskan genggaman Mila dan berusaha untuk pulang. "saya bantu..."
Mila memapah Sesil sampai di luar rumah, cewek itu tidak membuka mulut sama sekali, wajahnya masih menahan sakit dan Mila mencari taksi yang lewat depan rumah. Setelah Sesil pulang, Mila langsung menelpon Riki yang belum pulang ke rumah.
"Bang, lo dimana sih?" akhirnya telepon Mila tersambung setelah dua kali Mila mencoba menghubungi ponsel Riki.
"Gue on the way pulang. Cewek yang ada di kamar gue gimana keadaannya?"
"Dia udah pulang barusan, Lo kok bisa sih nabrak orang?" tanya Mila khawatir.
"Ntar gue ceritain, sekarang gue lagi nyetir nih..." jawab Riki yang sedang konsentrasi pada jalan.
Mila menunggu Riki datang ke rumah, Bunda Amel bingung kenapa Mila terlihat khawatir melihat ke arah luar rumah. Riki memarkir mobil ke garasi dan cepat masuk ke rumah. Mila yang sedaritadi menunggu langsung menghampiri Riki yang baru datang.
"Bang, kok bisa nabrak orang sih?" tanya Mila khawatir.
"Ssst... jangan keras-keras ntar Bunda denger." Mila langsung menutup mulutnya dan berbicara pelan.
Riki menggandeng Mila masuk ke kamarnya, Mila yang memang sedang penasaran ikut masuk ke kamar abangnya. Riki duduk tenang dan menceritakan semuanya pada Mila. ternyata yang menabrak cewek tadi Ria, bukan abangnya. Ria tidak melihat sekitar karena asik mengobrol dengan Riki dan tanpa toleh kanan-kiri, Sesil langsung menyebrang jalan untungnya Sesil nggak luka parah.
"Terus, lo perban nggak kakinya?"
"Dia minta pulang mulu sih..."
Riki menuju ke kamar mandi, meninggalkan Mila yang masih duduk di tempa tidurnya. Mila baru kali ini dia lama diam di dalam kamar Riki. sejak abangnya kerja, Mila merasa kalau waktu untuk Mila sudah tidak ada. akhirnya mereka tidak begitu dekat lagi karena kesibukan masing-masing. Mila melihat keseliling kamar Riki, berantakan masih seperti dulu. tapi meja kerjanya rapi tertata dengan foto mereka berdua sewaktu Mila masih SMP, Riki masih SMA dan satu cowok yang sangat Mila rindukan. tiba-tiba ponsel Mila berdering dan saat itu tepat Riki keluar kamar mandi.
"La..." panggil Riki, dan melihat di kamarnya Mila sudah tidak ada.
"Halo Fin..." ucap Mila dari luar kamar Riki. "ada apa?" suara Mila sedikit menghilang dari depan kamar Riki dan terdengar pintu kamar Mila tertutup.
"Nggak apa-apa... besok ada acara?" tanya Alfin. Mila mengingat-ingat kalau Sabtu besok ada acara dengan Riki yang sialnya dia sudah janji lebih dulu ke Riki.
"Sori Fin, gue ada acara sama abang gue..." jawab Mila.
"Ohh... oke, kalau besoknya lagi?"
Nih cowok nggak ada bosennya ketemu gue... batin Mila sambil tersenyum tipis.
"Ntar gue sms kalau nggak ada acara yah..." tiba-tiba sambungan telepon Alfin terputus, dan langsung ada pesan darinya.
Sorry La, ada temen gue yang lagi sakit nih...
gue ke RS dulu yah
Mila tidak membalas pesan Alfin, tapi malah pergi ke kamar Riki. dia ingat kalau ada janji besok nemenin Riki ke reunian SMAnya. dan hal yang paing Mila hindari adalah bertemu Bayu. Mila masuk ke kamar Riki tanpa mengetuk pintu kamar. Dia melihat Riki sedang ganti baju di depan kaca, Mila langsung mengalihkan mata ke arah yang lain.
"Ketuk pintu dulu kali Ndut..." kata Riki tenang.
"Ihh, ngapain ketuk pintu segala, kayak lo tamu aja." balas Mila yang langsung rebahan ke tempat tidur Riki. "gue inget kalau besok gue punya janji ke lo."
"Bagus, lo inget..."
"Jadi nggak?" tanya Mila sambil memainkan ponselnya.
"Gue perginya sama Ria..." ucap Riki dengan merapikan rambutnya yang basah. kalau Mila membahas janji ini, dia mengingat apa yang terjadi di depan kampus tadi. Riki lihat bagaimana ekspresi Mila sekarang. Mila tertunduk lesu dan pergi dari kamar Riki. Riki yang tahu itu langsung terduduk lemas di tempat tidurnya. apa yang dia bicarakan, Riki nggak ngajak Ria untuk ikut ke reunian.
di dalam kamar, Mila terduduk lesu dan ada sedikit marah di dadanya. besok Mila bikin Riki nggak bisa nolak dia. Biarpun besok ada Ria, Mila nggak peduli.
Keesokan paginya, Mila bangun pagi dan memakai pakaian yang sudah dia siapkan untuk acara hari ini. Mila bergegas masuk ke kursi penumpang mobil yang baru saja Riki cek mesinnya. tidak lama, Riki datang dengan memakai pakaian rapi seakan-akan mau berangkat kerja, padahal ini hari libur. setengah jam perjalanan dari rumah, Mila tiba-tiba muncu mengagetkan Riki yang sedang konsentrasi. ternyata Riki tidak menjeput Ria untuk ikut ke reunian.
Dasar pembohong...
"Bbaaaa!!" teriak Mila sambil menepuk keras pundak Riki.
"Mila?? kok lo?" tanya Riki bingung melihat adiknya sudah ada di kursi penumpang.
"Salah sendiri gue di bohongin, udah tahu nggak pinter boong"cibir Mila yang sekarang sudah duduk di depan.
"Lo nggak apa-apa ikut ke reunian gue?" tanya Riki khawatir.
"Nggak apa-apa kok, santai aja.. lo pasti kepikiran gue kalau ketemu sama Bayu ya?" Riki tidak menjawab dan konsentrasi kembali ke jalan.
sesampainya di villa tempat acara diadakan, Mila langsung kagok saat masuk ke dalam. banyak orang yang tidak Mila kenal. ada yang bawa bayi, ada yang bawa suami dan teman Riki dan pasangannya. hanya Riki yang membawa adiknya. nggak lama, datanglah Bayu dengan minuman yang dia bawa. Bayu tidak menyangka kalau Mila ikut datang kemari. sudah 2 bulan mereka putus, Bayu masih berharap kalau Mila mau kembali padanya.
"Hei Bro, gimana kabar?" tanya Riki yang juga jarang melihat Bayu setelah berpacaran dengan Mila dan akhirnya putus.
"Good, lo gimana?" tatapan Bayu tidak terlepas pada Mila yang sedang bermain dengan anak salah satu teman Riki.
"Udah... nggak usah lihatin terus, dia udah ada yang punya." jelas Riki.
"Siapa? Lo?" tanya Bayu dengan tampang terkejut.
Riki tidak menanggapi pertanyaan Bayu, dan pergi menghampiri teman yang lihat. nggak lama, Bayu sudah terlihat berbicara dengan Mila. Mereka terlihat canggung saat bersapaan tadi.
"Gimana kabarnya? kata Riki udah ada yang punya nih?" tanya Bayu langsung tanpa basa-basi.
"Baik Bay. Kenapa tanya gitu? jealous?" tanya Mila. Bayu terkejut mendengar pertanyaan Mila yang langsung menusuk.
Entah kenapa Mila jadi malas ngobrol dengan Bayu, masalahnya Bayu kalau diajak bicara tuh suka nuduh yang macem-macem, daripada tengkar disini mending Mila pergi mengikuti Riki yang sekarang sedang ngobrol dengan temannya.
"Bang..." panggil Mila.
Riki melihat ke arah Mila dan langsung tersenyum kemudian memperkenalkan Mila kepada temannya itu.
"Ini adek gue, Mila" ucap Riki.
"Bukannya lo nggak punya adek?" tanya temennya. "gue Hendra..." kata Hendra memperkenalkan diri, "ohh... dia ceweknya Bayu yang waktu itu ya??" tanyanya lagi.
Riki menyikut perut Hendra lumayan keras, dan Mila membalas dengan senyuman maklum.
"Iyah, tadi juga udah ketemu Bayu kok Kak."
"Nggak usah panggil Kak lah, Hendra aja." jelas Hendra yang masih memegangi perutnya yang sakit.
Tiba-tiba cewek cantik dengan kemeja panjang dan hotpants yang dia pakai. dengan rambut panjang yang cantik pasti cewek ini idaman semua temen-temen Riki, atau Riki juga tergila-gila sama dia?
"Haii sayaang..." sapanya yang kemudian mencium pipi Hendra, Riki tertawa dan Mila hanya bengong melihat pemandangan itu.
"Jangan di depan adek gue dong, masih kecil tau..." cibir Riki yang masih dengan tawa kecilnya. Giliran Mila yang menyikut perut Riki, itung-itung balasin dendam Hendra.
"Ohh sorii... kenalin ini cewek gue La, namanya..."
"Lisa..." kata cewek itu memperkenalkan diri. Mila langsung membalas jabatan tangan Lisa.
"Main putus perkataan gue aja nih..." sewot Hendra yang omongannya tadi diputus Lisa.
"Yang penting nggak gue putusin beneran kan?" celetuk Lisa. Hendra langsung diam dan tersenyum simpul dengan candaan pacarnya yang sebentar lagi akan jadi istrinya.
"Lisa tuh pacarnya Riki lho sewaktu SMA sampai awal kuliah." celetuk Bayu yang kali ini datang dengan wanita manis. "kenalin, pacar gue Shinta..."
Shinta menjabat tangan satu-satu dan memperkenalkan dirinya. Mila yang sedikit terkejut dan sedikit bersimpati kepada cewek itu. nggak lama lagi, dia bakal dikekang dan diawasi terus seperti Mila dulu.
"Lo, nggak usah buka luka lama ya..." kata Lisa dengan pandangan malas.
"Sorry kalau gue ngasih luka lama ke lo" celetuk Riki, dan dibarengi tawa ke tiga sahabat baik Riki. Mila jadi sedikit merasa nyaman dengan teman-teman Riki.
Malamnya mereka pesta barbeque di halaman depan villa, Mila yang duduk anteng di depan pintu melihat suasana yang penuh tawa dan cerita. Riki membantu membakar daging dengan Bayu. Lisa dengan teman-teman lainnya dan Shinta yang juga duduk menyendiri. Lisa datang dan duduk di sebelah Mila.
"Nggak ikut kesana?" tanya Lisa sambil menunjuk ke arah Riki yang sedang bercanda dengan teman yang lain. Mila menggeleng dan tersenyum.
"Lo bukan adik kandungnya kan?" Mila terkejut kenapa Lisa bisa tahu tentang itu. Mila ingat kalau Lisa dulu pacar Riki.
"Dia sahabat abangku Kak dan..."
"Udah, gue udah tahu semuanya kok. Riki cerita semua ke gue." jelas Lisa memotong penjelasan Mila. Lisa tahu cerita itu bikin Mila jadi mengingat-ingat yang lalu. "jangan bikin Riki kecewa, lo berharga banget buat dia." kata Lisa yang pergi dari Mila dan kembali ke tempatnya tadi.
Mila sekali lagi melihat ke arah Riki yang berkumpul dengan asap. ditepuknya pundak Riki dan saat menengok ke belakang ternyata Mila datang dengan banyak daging yang belum dibakar.
-Bersambung-
Siapa aja ya...
Total Pageviews
Popular Posts
-
Dear Mantan Gebetan yang entah dimana... Halo gebetan, aku mau mengungkapkan semua yang ada di hatiku. Aku sudah suka kamu dari SMP tau. T...
-
Sebut saja aku Mike, aku mempunyai seorang pacar bernama Dina. dia baik hati, pintar, tidak sombong dan pasti rajin menabung. kita memiliki ...
-
aku ingin bercerita tentang seseorang yang sangat perhatian padaku. aku akui memang aku memiliki rasa suka padanya. tapi sayangnya dia hanya...
Friday, September 26, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment