terus ada lagi sewaktu kerja kelompok sama Teguh juga gitu, ya Mila tahulah kalau memang Teguh suka sama Mila. tapi Mila tahu diri dong, dia sadar kalau dia sudah punya Bayu. Mila sudah janji nggak akan mengurusi masalah Teguh yang memang tergila-gila sama Mila dari awal perkuliahan. namanya cowok cemburuan Bayu marah besar tahu kalau Mila datang ke kosan Teguh padahal niatnya cuma mau buat tugas himpunan. karena memang Mila orangnya nggak suka dikekang akhirnya dia putuskan Bayu. itu sudah Fix!
"Tapi La.. aku sayang sama kamu.." kata Bayu berharap ucapan Mila ditelan lagi.
"Nggak Bay, gue sudah bosen sama ocehan lo yang nggak bolehin gue kesana kemari. lo bukan bokap atau nyokap gue jadi please tinggalin gue. Gue mau hidup bebas." jelas Mila sambil meninggalkan Bayu yang tertunduk lesu. Mila masuk ke mobil Ria yang sudah terparkir di depan cafe tempat dia meluapkan kemarahannya.
"Gimana La?" tanya Ria dengan muka yang sangat khawatir. takut kalau sahabatnya ini salah ambil keputusan dan kecewa.
"Yeeessss... gue bebas Ya! gue bebaaaaassss !!" teriak Mila di dalam mobil sambil mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.
"Beneran lo nggak apa-apa nih putus kayak gini ?"
"Nggak Ya.. gue iklas seiklas-iklasnya buat keluar dari penjara Bayu."
"Tapi waktu jadian bulan lalu lo seneng banget jadian sama Bayu." ucap Ria dengan tenang.
"Itu dulu Ya. dia asli beda banget nggak kelihatan kalau dia itu posesif. baru aja dua bulan, gimana kalau setahun. tahu sendiri kan kalau gue nggak suka dikekang." jelas Mila dengan bebas tanpa beban.
"Gue mau pizza sama ice cream doong..." pinta Ria sambil mengusap perutnya tanda kalau dia lapar.
"Ahh elo.. ada juga kalau jadian traktiran Ya, lah lo malah putus minta traktiran..." kata Mila sewot.
"Lo kalau lagi bahagia kan iklas-iklasin duit gitu La... orang cuma nraktir gue pasti gampanglaaah." dengan tampang sewot, Mila meng-iyakan permintaan Ria yang lagi kelaparan.
sesampainya di cafe, Ria langsung memilih tempat yang dia suka dan memesan apa yang dia mau. Mila yang kebingungan mencari uang dalam dompet, takut kalau Ria memesan yang mahal tapi uang Mila nggak cukup. tiba-tiba seorang laki-laki menyodorkan KTP Mila yang jatuh di lantai.
"Sori. ini jatuh Mbak..." kata cowok itu. yang kemudian melihat ke arah Ria dengan muka mengingat-ingat. "lo Ria bukan? anak 65 kan?" tanyanya lagi, kali ini berhadapan dengan Ria yang melahap spaghettinya dengan lahap.
"Lo Alfin kan?" tanya Ria balik. "hei Fin, apa kabar lo?" tanya Ria sambil menjabat tangan Alfin dengan akrab. "oh, iya ini teman gue yang waktu SMA sering kita buat lucu-lucuan." jelas Ria. Mila yang kesal dengan kata 'lucu-lucuan' langsung mencubit pelan lengan Ria.
"Mila..."
"Alfin..."
"Duduk sini aja Fin, lagian banyak yang penuh tuh. sendirian kan ?" tanya Ria sambil mempersilahkan Alfin duduk.
"Gue sama temen kantor. Lagi ke toilet katanya..."
"Udah kerja ?" tanya Mila ikut nimbrung.
"Dia udah... kita aja yang kelamaan skripsinya." ucap Ria dengan spaghetti penuh di mulutnya diikuti desahan nafas Mila.
"Kenapa jadi depresi begini ?" tanya Alfin yang keheranan melihat ekspresi Mila.
"Eng.. nggak apa-apa kok." jawab Mila.
"Santai saja, pasti cepet kelar kok. ehh, itu dia teman gue... Sil..." panggil Alfin sambil melambaikan tangannya.
dan datanglah seorang cewek dengan pakaian kantor yang rapi dengan rok selutut dan kemeja yang pas di badan dia tapi tidak ketat.
"Ini Sesil, dia temen sekantor gue..." jelas Alfin sambil memperkenalkan cewek yang ada di sebelahnya. dan cewek itu membalas dengan senyuman canggung. "ini Ria, temen satu SMA gue dulu.. ini Mila, temen kecilnya Ria."
karena meja di cafe ini sudah penuh, mereka berdua duduk di meja Mila dan Ria. entah berapa lama mereka bicara sampai Alfin berpamitan terlebih dahulu. dan cewek itu -Sesil- berjalan di belakangnya sambil berusaha menggandeng tangan Alfin.
***
"Ceweknya kali..." jawab Ria di dalam mobil, Mila yang sedaritadi kepo tentang Alfin dan Sesil jadi suka bertanya terus-terusan.
"Iya kali." Mila tiba-tiba terlihat murung mendengar jawaban Ria.
"Kenapa lo? naksir Alfin?" tanya Ria kaget.
"Ihh gila aja, baru aja putus ntar dikira gue nyelingkuhin Bayu lagi." balas Mila dengan muka jelek.
sesampainya di rumah, Mila bersandar di pinggir tempat tidurnya sambil melihat banyak sms dan telepon dari Bayu. Mila tidak menghiraukan semuanya, dia tiba-tiba teringat wajah Alfin yang memberikan KTP Mila tadi dengan senyuman yang menurut Mila sangat keren.
'Beneran cewek seksi tadi pacar Alfin.. ihh kenapa gue mikirin cowok yang baru gue kenal..' batin Mila galau.
tiba-tiba handphone Mila berdering lagu Be Alright-nya Justin Bieber. dan nomor yang terpampang tidak ada dalam kontaknya.
"Halo ? Siapa ini ?"
"Hai Mil.. ini gue Alfin..."
Deg... apa-apaan ini, kenapa dia bisa tahu nomor handphone gue ?
"Emm.. iya Fin ada apa ya ?" tanya Mila dengan napas yang harus dia atur. Mila berpindah dari kamarnya ke depan balkon.
"Nggak gue cuma mau telpon lo, gue dapat nomer dari Ria." jelas Alfin yang nggak kalah nerfousnya.
"Ohh..."
"Pasti lo lagi mikir, darimana gue dapet nomer lo?" tebak Alfin yang langsung bikin wajah Mila berubah merah. Mila dengan gelagapan bingung mau jawab apa. "kok diem? becanda gue..." celetuk Alfin sambil tertawa pelan.
obrolan sedikit lancar daripada awal pembicaraan tadi. Mila sudah cekikikan dengar candaan Alfin yang memang lucu. nggak tahu kalau yang diajak ngobrol si Ria, paling Ria sudah ganti topik lain. setelah Alfin menutup teleponnya, seseorang mengagetkan Mila dengan memuku pundaknya keras.
"Aduuuhhh..." teriak Mila kesakitan.
"Cieee.. yang telepon Bayu sampai mulut nggak berhenti senyum."
"Apaan sih, dateng-dateng ngagetin orang aja senengnya." semprot Mila yang masih mengusap pundaknya. "bukan Bayu lagi tauu..." lanjutnya sambil meninggalkan abangnya yang meringis puas ngerjain adiknya.
"Punya pacar baru lo?"
"Emangnya kenapa? emang cuma abang Riki aja yang bisa punya pacar banyak..." jawab Mila, dan langsung Riki mengejar Mila sampai dalam kamar dan memutar-mutarkan tubuh Mila.
"Bang... ampuuuuunn turunin gue nggaaaak!! pusiing tauuuu!" teriak Mila dengan tubuhnya yang berusaha melepaskan diri dari abangnya yang jahil.
Setelah melepaskan "gendongan maut" Riki, Mila langsung mengusir abangnya keluar dari kamar.
"Dasaaar abang begoooo!" teriak Mila dan disambut tawa Riki yang terbahak-bahak terdengar dari luar kamar Mila.
***
Keesokan harinya, Mila mendapatkan sms dari Alfin yang nggak pernah dia duga. Mila mengira kalau Alfin hanya basa-basi sewaktu di telepon tadi malam.
Hai cantik...
Have a nice day ya :)
"Ya, lihat deh..." Mila menyerahkan handphonenya pada Ria. Tiba-tiba, ckiiiitttt... Mobil yang disetir Ria langsung mendadak berhenti. "pelan-pelan kenapa sih Ya?" bentak Mila.
"Si Alfin kesambet apaan tiba-tiba ngirim pesan beginian?" tanya Ria heran. Mila hanya menggedikkan bahunya tanda tidak tahu.
"Berarti terbukti, cewek yang kemarin bukan pacarnya..." celetuk Mila.
"Ihh, jangan ge-er dulu napa Mil." balas Ria yang sekarang menjalankan mobilnya lagi.
Ndut, besok ikut gue ya ke villa. kumpul sama temen-temen
ada Bayu juga lhoooh...
"Sialan... malah ogah ikut gue..." bisik Mila.
"Siapa? Alfin lagi?"
"Bukan, si Riki. ngajakin gue kumpul sama temen SMAnya dulu."
"Ada Bayu doong?" tanya Ria dengan nada yang histeris.
"Ogah ikutlah gue..." sewot Mila yang dibarengi tawa jahil Ria.
Sesampainya di kelas, Ina teman selain Ria mendekati Mila dengan histeris. Ina membawa seperti selebaran kertas dengan ekspresi yang bahagia.
"Milaaaaa..." teriak Ina.
"Apaan Na?" tanya Mila sambil meletakkan tasnya.
"Eh.. Tulus mau ke kampus kita lhooo...!"
"Sumpaaaah Na? kapan?" balas Mila nggak kalah histerisnya. Mila lalu merebut selebaran yang dipegang Ina. Mata Mila tidak berkedip karena memang idola yang dia suka mengadakan mini concert di kampusnya.
Ria makan dengan lahap seperti biasa di kantin gedung sebelah. Mila yang sedaritadi tidak henti-hentinya membicarakan soal konser Tulus minggu depan.
"Ya, ikut yaaah? pleaseee..." pinta Mila.
Ria yang sedang menikmati makanannya tidak menghiraukan peemintaan Mila yang sudah memberi ekspresi muka memelas.
"Ikut kemana ndut?" tanya Ria yang akhirnya makanan di depannya habis.
"Nggak denger gue cerita daritadi?"
"Cerita apaan emang lo?" tanya Ria bingung.
"Sialan lo, nggak perhatiin gue ckckck... makanan mulu yang dipikirin." sewot Mila.
"Makanan tuh harus dinikmatin dong, masa cuma dilihatin doang, kan mubadzir tahuu. makanan itu... " diputusnya penjelasan tentang makanan karena Mila memperlihatkan ponselnya lagi. "gila nih temen gue... jatuh cinta beneran apa modusin temen gue aja."
ponsel Mila terpampang jelas sms Alfin yang memang dari tadi pagi mengirimkan pesan pada Mila.
Minggu depan ada acara?
mau temenin gue nonton Tulus?
"Eh, lo ya yang bilang kalau mau nonton Tulus?" tanya Mila menyelidiki mulut ember sahabat yg satu ini.
"Gue baru tahu pas lo yang ngajakin sekarang tauuk..."
-Bersambung-
"Si Alfin kesambet apaan tiba-tiba ngirim pesan beginian?" tanya Ria heran. Mila hanya menggedikkan bahunya tanda tidak tahu.
"Berarti terbukti, cewek yang kemarin bukan pacarnya..." celetuk Mila.
"Ihh, jangan ge-er dulu napa Mil." balas Ria yang sekarang menjalankan mobilnya lagi.
Ndut, besok ikut gue ya ke villa. kumpul sama temen-temen
ada Bayu juga lhoooh...
"Sialan... malah ogah ikut gue..." bisik Mila.
"Siapa? Alfin lagi?"
"Bukan, si Riki. ngajakin gue kumpul sama temen SMAnya dulu."
"Ada Bayu doong?" tanya Ria dengan nada yang histeris.
"Ogah ikutlah gue..." sewot Mila yang dibarengi tawa jahil Ria.
Sesampainya di kelas, Ina teman selain Ria mendekati Mila dengan histeris. Ina membawa seperti selebaran kertas dengan ekspresi yang bahagia.
"Milaaaaa..." teriak Ina.
"Apaan Na?" tanya Mila sambil meletakkan tasnya.
"Eh.. Tulus mau ke kampus kita lhooo...!"
"Sumpaaaah Na? kapan?" balas Mila nggak kalah histerisnya. Mila lalu merebut selebaran yang dipegang Ina. Mata Mila tidak berkedip karena memang idola yang dia suka mengadakan mini concert di kampusnya.
Ria makan dengan lahap seperti biasa di kantin gedung sebelah. Mila yang sedaritadi tidak henti-hentinya membicarakan soal konser Tulus minggu depan.
"Ya, ikut yaaah? pleaseee..." pinta Mila.
Ria yang sedang menikmati makanannya tidak menghiraukan peemintaan Mila yang sudah memberi ekspresi muka memelas.
"Ikut kemana ndut?" tanya Ria yang akhirnya makanan di depannya habis.
"Nggak denger gue cerita daritadi?"
"Cerita apaan emang lo?" tanya Ria bingung.
"Sialan lo, nggak perhatiin gue ckckck... makanan mulu yang dipikirin." sewot Mila.
"Makanan tuh harus dinikmatin dong, masa cuma dilihatin doang, kan mubadzir tahuu. makanan itu... " diputusnya penjelasan tentang makanan karena Mila memperlihatkan ponselnya lagi. "gila nih temen gue... jatuh cinta beneran apa modusin temen gue aja."
ponsel Mila terpampang jelas sms Alfin yang memang dari tadi pagi mengirimkan pesan pada Mila.
Minggu depan ada acara?
mau temenin gue nonton Tulus?
"Eh, lo ya yang bilang kalau mau nonton Tulus?" tanya Mila menyelidiki mulut ember sahabat yg satu ini.
"Gue baru tahu pas lo yang ngajakin sekarang tauuk..."
-Bersambung-
0 comments:
Post a Comment