"Ki, nyanyiin 1 lagu dong, mumpung ada gitar tuh..." pinta Lisa yang duduk bersandar di samping Hendra.
"Gue udah lama nggak main gitar, ntar fals lagi."
"Yang fals ntar suara lo bang, bukan gitarnya" celetuk Mila yang duduk di sebelah Riki dibarengi tawa teman-temannya. Mila tahu kalau Riki suka bernyanyi dan main gitar. karena pekerjaannya dia jadi tidak pernah menyentuh gitarnya. Tidak lama Riki mengambil gitar dan mengambil nada yang pas.
"Ehem..ehem...
Beautiful girl, wherever you areI knew when I saw you, you had opened the doorI knew that I’d love again after a long, long whileI’d love again.You said “hello” and I turned to goBut something in your eyes left my heart beating soI just knew that I’d love again after a long, long whileI’d love again. "
semuanya bertepuk tangan saat Riki berhenti menyanyi."Terimakasih...terimakasih..." kata Riki sambil menjulurkan tangannya meminta bayaran ngamennya. kemudian Riki menengok Mila dan dia ikut tersenyum sambil pura-pura memberi Riki recehan.
Tidak sampai menginap di villa, Riki mengajak Mila pulang karena Riki tahu kalau adiknya tidak nyaman kalau menginap bersama orang lain yang tidak dia kenal. Riki mengajak Mila ke bukit bintang. tempat dengan banyak kerlap-kerlip lampu kota yang terlihat dari atas bukit."Uwaaaah... bang keren bangeeet" kata Mila saat turun dari mobil. Riki tidak menjawab dan mengikuti kemana arah Mila pergi. "Thanks buat hari ini La..." kata Riki yang masih melihat ke arah kerlip cahaya. Mila membalas dengan anggukan."Thanks juga buat lagunya, hhahahaha...""Geer banget lo jadi orang. siapa bilang itu lagu buat lo." balas Riki dengan muka memerah tapi tidak terlihat karena suasana yang sedikit gelap.Suasana sudah sedikit tenang, "Emm La...""Apa?""Besok mau nggak nemenin gue nengokin Leo?"Deg... jantung Mila nggak berhenti berdetak, dia mengingat dan nggak akan melupakan nama itu. Leo...
10 Tahun Yang Lalu"Abang Leo kemana Bunda?" tanya Mila yang tidak sekolah hari itu karena sakit demam."Abang Leo sekolah dong sayang... nanti sore pasti pulang kok." jelas Bunda yang saat itu menyuapi Mila yang masih terbaring di kamar.Mila karena sore itu sangat lama menurut anak kecil akhirnya Mila tertidur pulas. Mila terbangun karena ada orang yang masuk kamarnya. ternyata itu abangnya yang membawakan makanan kesukaan Mila."Abang dateeeng..." kata Mila bersemangat tapi tidak bisa berteriak seperti biasanya."Adek abang masih panas ya? ini abang bawain donat kesukaan Mila." kata Leo yang waktu itu baru pulang sekolah."Abang mauuu..."Leo dengan sabar menyuapi Mila yang sedang manja. Leo sayang sekali dengan Mila yang manis dan dia anggap masih seperti anak kecil, makanya dia manja sekali ke Leo."Haii Mila... udah sembuh belum?" tanya Riki yang waktu itu datang ke rumah Leo.Riki adalah anak teman Ayah Leo dan Mila, mereka sekeluarga tinggal di satu kompleks dengan Leo dan Mila. jadi mereka sering bermain bersama, Mila jadi merasa punya dua kakak yang sayang padanya.Saat Leo menginjak kelas 2 SMA dan Mila kelas 1 SMP mereka jadi tidak terlalu sering bersama. apalagi Leo mempunyai pacar yang sangat dicintainya. tapi rasa sayang Leo tetap pada Mila adiknya. Mila jadi sering bersama Riki daripada kakaknya sendiri. Mila pernah marah sewaktu Leo sudah berjanji mengantarkan Mila membeli buku, Leo malah pergi dengan pacarnya. katanya Leo sudah tidak sayang lagi pada Mila."Apa abang Riki jadi abang Mila aja ya?" tanya Mila waktu itu."Ehh, kan Mila punya abang Leo sama abang Riki, kenapa sama abang Leo?" tanya Riki."Abang Leo udah nggak sayang sama Mila." celetuk Mila sedih. Riki yang tahu keadaannya akhirnya menghibur Mila dengan permainan gitarnya. Mila ikut menyanyi bersama dan melupakan masalahnya dengan Leo yang sekarang bersama pacarnya.pada suatu hari, saat Leo akan pergi ke rumah pacarnya, Bunda sampai mengingatkan kalau Mila terus mencari Leo."Abang, jangan ngelupain Mila yah... dia nyari kamu terus lho" ata Bunda mengingatkan Leo. leo hanya mengangguk kemudian pamit pada Bunda dan pergi.Malamnya ada kabar kalau motor yang ditumpangi Leo menabrak mobil yang ada di depannya. dan saat itu Leo berboncengan dengan pacarnya. Leo mengalami patah tulang rusuk dan luka di kepalanya karena saat itu Leo lupa menggunakan helm saat keluar dari rumah pacarnya.di rumah sakit Riki datang setiap hari dan Mila selalu mengangis saat melihat keadaan Leo abangnya yang sangat dia sayangi.sebulan kemudian, sebelum Leo koma, Mila dan Riki datang ke rumah sakit menggantikan Bunda untuk beristirahat. Leo memberikan sebuah pesan kepada Mila dan Riki."Bro... jagain adek gue ya. kalau gue nggak ada tolong sayangi Mila seperti lo lakuin sampai sekarang" kata Leo yang melemas. Riki berusaha tenang dan menyimak apa yang Leo katakan."La, sini..." panggil Leo."Mila... besok sampai kamu jadi gadis cantik jangan bikin abang Riki nangis ya? bikin abang Riki senyum seperti abang sekarang." pinta Leo sambil mengusap kepala Mila sayang. Mila hanya mengangguk dan sedikit sesenggukan. "Mila pengen jadi gadis cantik kan?" sekali lagi Mila mengangguk dan menangis."Abang mau kemana? Mila janji nggak akan marah kalau abang pergi sama kakak Desy." kata Mila sambil menangis dan memegang tangan Leo erat."Bro, gue panggilin suster..." kata Riki panik, tapi kemudian tangan Leo mencegah Riki pergi."Ki, sebagai kakaknya Mila dan sebagai sahabat baik lo gue cuman minta jagain Mila dan titip Nyokap gue. Gue cuman pengen tidur, semalem tidur gue nggak nyenyak." jelas Leo.Riki yang panik menjadi tenang saat mendengar Leo hanya ingin tidur. Riki mencoba menghentikan tangisan Mila supaya Leo bisa tidur.Riki mengajak Mila keluar dari ruangan dan membelikan Mila makan. setau Riki Mila belum makan daritadi siang. 20 menit setelah mengajak Mila makan, mereka kembali ke ruangan Leo dirawat. ternyata ruangan Leo sudah dipenuhi oleh dokter dan suster yang datang dan mencoba untuk memompa jantung Leo. Mila yang tahu itu langsung berlari menuju Bunda dan memeluknya. Riki yang di depan pintu melihat Leo lemas dan pucat menjadi panik dan menangis. Leo sudah pergi dari tidurnya untuk selama-lamanya.sejak saat itu Riki meminta izin ke orang tuanya untuk tidak ikut pindah ke Belanda tapi pindah ke rumah Mila. Riki sudah diberi amanah oleh sahabat baiknya untuk menjaga Mila dan Bunda. untung orang tua Riki menyetujui itu dan memperbolehkan dia tetap di Indonesia. dan sampai saat ini Mila berumur 21 tahun Riki tetap setia dengan Leo dan keluarga.
"La??" tanya Riki membuyarkan lamunannya tentang abang kandungnya Leo. "denger gue nggak?" tanya Riki sekali lagi, Mila menjawab dengan anggukan dan senyuman."Besok siang ya habis kuliah aja bang..." pinta Mila dan kemudian hening menyelimuti kembali.Keesokan harinya Mila terlihat murung dan tidak biasanya dia seperti itu. Ria yang juga heran dengan sikap Mila akhirnya memilih diam. Ria tahu kalau Riki mengajak Mila ke makam Leo abang kandungnya.kelas hari ini begitu cepat rasanya, Riki sudah menunggu di depan kampusnya untuk menjemput Mila. Riki meminta maaf karena Ria tidak bisa ikut kali ini."La, jangan pasang muka sedih gitu..." celetuk Riki yang sedikt khawatir terhadap Mila yang murung hari ini.sesampainya di depan makam Leo, Mila bersimpuh dan membasahi nisan Leo. mencabuti rumput liar yang ada disekeliling 'rumah' Leo. setelah selesai membersihkan makam Leo, Mila dan Riki mulai berdoa untuk Leo yang ada di samping Tuhan."Hai Bang Leo, sori gue jarang mampir ke sini..." kata Mila sambil mengusap nisan Leo. "ada ujian nih akhir-akhir ini. eh Bang gue udah jadi gadis paling cantik sekampus.""Bohong adek lo Bro..." celetuk Riki dan dibalas dengan senggolan pelan."Aku masih bareng Riki kok Bang, jadi nggak usah khawatir. Riki emm... lumayan baik sih tapi kadang juga jahat dikiiiit..." jelas Mila, "diikiiit kok" Mila menunjukkan jari tangannya ke Riki yang sedikit sewot."Gantian gue yang ngomong..." kata Riki yang memotong pembicaraan Mila. "bro, gue minta izin ke lo boleh?" Mila yang mendengarkan langsung menengok ke arah Riki. "gue udah jagain adek lo selama ini, gue mau minta imbalan..."Mila langsung berubah ekspresi saat Riki berkata seperti itu."Kalau gue jagain Mila sampai ntar gue mati boleh? Maksud gue Mila buat gue boleh?" langsung sekujur tubuh Mila merinding mendengar perkataan Riki yang sudah dia anggap seperti Leo kedua di rumah. Mila tidak berani menjawab apa yang dikatakan Riki."Kalau lo ngebolehin, dateng ke mimpi gue ya kasih tahu boleh apa nggak..." lanjut Riki dengan senyum yang lebar."Ihh apa-apaan sih bang..." kata Mila kurang nyaman dengan perkataan Riki barusan. tapi Riki hanya tertawa melihat ekspresi Mila.Setelah mengobrol lama di makam Leo, mereka akhirnya pulang tanpa sepotong pembicaraan. Mila kagok dengan apa yang di bicarakan Riki tadi. dan Riki merasa menyesal telah bicara seperti itu tadi.
Siapa aja ya...
Total Pageviews
Popular Posts
-
Dear Mantan Gebetan yang entah dimana... Halo gebetan, aku mau mengungkapkan semua yang ada di hatiku. Aku sudah suka kamu dari SMP tau. T...
-
Sebut saja aku Mike, aku mempunyai seorang pacar bernama Dina. dia baik hati, pintar, tidak sombong dan pasti rajin menabung. kita memiliki ...
-
aku ingin bercerita tentang seseorang yang sangat perhatian padaku. aku akui memang aku memiliki rasa suka padanya. tapi sayangnya dia hanya...
Saturday, September 27, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment