Monday, June 2, 2014

That Play Boy

Posted by ceritacurhatku at 6:11 PM
Hari ini aku ada di kamar Mia yang segede ruang tamu, ruang makan dan dapurku kalau digabungkan. dia sedang sibuk memilah-milah baju mana yang bagus untuk aku pakai nanti malam.
minggu lalu aku benar-benar terkejut melihat Gilang ada di rumahku. dan setelah itu Gilang akan mengajakku ke pertunjukan sandiwara di GOR dekat kampusku besok sore. aku tahu ini pertama kalinya aku keluar bersama Gilang dan hanya berdua, sampai-sampai Mia meminjamiku baju bagus punyanya. aslinya kalau aku pakai kaos dan jeans juga udah cantik kali ppfft...
"Ihh, ketawa-ketawa sendiri..." kata Mia sambil memilih baju yang ada di lemari besarnya. aku langsung sadar dan melihat kembali ke arah baju-baju yang tergantung di sana. dan melihat baju yang sudah tergeletak di kasur Mia karena menurut dia pantas buat aku.
"Banyak banget pilihannya Mii ? aku pinjam yang ini saja..." baju terusan selutut dengan kerut-kerut di bagian pinggangnya, biar terlihat langsing hhehe.
"Pinter banget kalau milih. itu baju yang kemarin aku pakai buat nemuin Nerve pertama kali." kata Mia sambil merebut baju itu dariku.
"Yaelaah, lagian Nerve kan gak ikut aku sama Gilang." aku kembali mengambil baju itu lagi. "Dia nggak tahu kalau aku pakai itu.." dan aku pasang ke badanku apakah cocok atau tidak. ternyata aku langsing yess !!
"Iya deh pakai aja, lagian pantes kok kalau dipakai sama kamu." kata Mia di belakangku yang ikut terpantul cermin di depanku.
besok sorenya aku sudah bersiap-siap rapi dengan wedgesku yang sudah terpasang dikakiku. aku menunggu Gilang datang di ruang tamu aku melihat lagi penampilanku. dress warna khaki yang selutut dengan wedges warna abu-abu.
tidak lama mobil Jazz datang di depan rumah. kemudian turun seorang cowok dengan kaos polo warna merah dengan jeans warna biru tua. ahh, harusnya aku juga berpakaian seperti itu. tapi Mia ngomel kalau aku harus mengeluarkan sisi femininku. ckckck
di perjalanan kami banyak diamnya, karena aku yang sangat gugup keluar bersama Gilang yang sudah aku sukai dari SMA dan Gilang yang keren.
"Tumben cantik..." kata Gilang membuka suara.
"Sialan... aku dari dulu memang cantik..." balasku dengan salting. aku lihat Gilang tertawa geli mendengar jawabanku sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
sesampainya di tempat pertunjukan, banyak orang yang sudah mengantre untuk masuk dan begitu ramainya sampai aku hampir terseret arus orang yang masuk. dengan cepat Gilang menraikku dari kumoulan manusia itu. aku merasakan tangan Gilang yang besar menggandeng tanganku yang mengapung diantara orang-orang tadi. aku benar-benar tidak sadar dan melihat sendiri tanganku yang sedang digenggamnya. ahh lumeeer...
masuk ruangan, aku merasakan kalau masih digenggam oleh Gilang. sampai pertunjukan mulai hingga selesai masih digenggamnya tanganku. aku ini mimpi atau bagaimana ??
saat keluar ruangan aku mencoba melepaskan tangannya tapi pada saat itu orang berhamburan keluar dan aku terseret oleh arus. aku menunggu di seberang sana sampi tidak melihat adanya Gilang. kemana dia...
kemudian terasa tanganku tertarik sampai aku hampir terjatuh dan ditangkapnya pundakku oleh Gilang yang sudah ada di sebelahku.
sesampainya di parkiran, aku melihat seorang cewek yang bergandengan dengan laki-laki dan tertawa bahagia. aku memicingkan mata kulihat cewek itu dan mengingat-ingat sepertinya aku mengenalnya.
"Lena ?" tanyaku saat cewek itu melintas di depanku.
"Ohh ??" dia menoleh tapi tidak berjalan ke arahku, melainkan Gilang yang sedang membuka pintu mobil. "Gilaaaang..." dia menghambur ke pelukan Gilang. apa-apaan ini ?? aku terdiam di depan mobil dengan pandangan masih terpaku di mereka. aku melihat Gilang melepaskan pelukan cewek itu dengan paksa.
kemudian Lena melihatku yang masih terbengong melihat adegan itu.
"Sorry, gue nggak lihat ada lo." kata dia dengan muka yang masih takjub dengan Gilang. dia tetap di samping Gilang padahal ada cowoknya yang sedang menunggu di seberang sana. gila nih cewek...
"Gue seneng banget bisa liat lo disini." lanjut Lena sambil menyenderkan kepalanya di bahu Gilang. ihh ganjen banget sih. rasanya aku ingin melepaskan kepala yang menempel di pundak Gilangitu. malam ini kan Gilang punyaku.
"Lo, udah punya pacar baru kenapa masih nempel-nempel ke gue sih." kata Gilang sambil mendorong kepala Lena yang menyandar. Ok Nice !
Lena masih tetap menempel pada Gilang, nggak lama Gilang menerobos Lena dan menarikku masuk ke mobil. Lena yang bengong melihat tingkat Gilang langsung menepikan dirinya. dan terlihat seseorang yang menunggu Lena di seberang sana dengan muka yang menyimpan amarah.
"Sorry..." kata Gilang membuka suara. aku menggeleng cepat kemudian mengatakan kalau tidak apa-apa. ahh biarlah yang penting Gilang nggak sama Lena lagi.
Gilang tidak mengajakku pulang, tapi mengajakku pergi kesebuah taman yang di tengahnya ada danau dan gasebo disetiap pinggirnya. romantis sekali suasananya, bulan yang bersinar terang lampu jalan yang menyala yang memantulkan cahaya ke danau. kita duduk digasibu dan melihat danau yang tenang malam ini. entah apa yang Gilang pikirkan saat ini setelah bertemu Lena tadi.
"Kamu tahu kenapa aku putusin dia ?" tanya Gilang tiba-tiba. aku langsung menoleh ke arahnya dengan muka bingung. aku menggeleng tidak tahu harus bereaksi apa, kenapa harus ngobrolin Lena sih. "dia yang ninggalin aku dulu."
"Jadi aslinya masih sayang ?" tanyaku harap-harap cemas. dia mengangguk dan aku tidak tahan untuk melihat ekspresinya sekarang. mata yang dingin, menatap ke danau. seakan danau itu bisa menjadi es karenanya. aku mengalihkan penglihatanku ke arah wedgesku yang ada di bawah. "terus kamu sekarang maksutnya apa ngajak aku keluar."
"Nggak ada maksud apa-apa. kangen aja main sama kamu." glekk... sialan kenapa harus seperti ini. kenapa jawabanmu seperti itu. terus hadiahmu untukku yang waktu itu tanda apa ?
aku terdiam dan meminta Gilang mengantarkanku pulang. sudahlah jangan berharap ternyata dia masih sayang Lena.


0 comments:

Post a Comment

 

Freedom... Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review