Friday, May 16, 2014

Dia Yang Aku Kenal (Part 1)

Posted by ceritacurhatku at 9:14 AM
Aku bertemu dengan cowok yang bisa dibilang perfect. dia manis, baik hati, garis rahangnya yang kuat. aku suka dia. hanya saja aku tidak mengenalinya. setiap aku ke halte bus untuk berangkat ke sekolah, aku pasti bertemu dia sedang memakai earphone dan sepertinya dia melamun dengan wajah cakepnya. kalau nanti ada yang naksir dia bagaimana.
aku naik bus terlebih dahulu, tapi dia masih diam di sana duduk dan mendengarkan lagu, mungkin...
dia anak mana ya, sekolah dimana, rumahnya dimana?
"Kamu ngelihatin siapa Ren ?" tanya temanku yang berdiri di sampingku. dia heran kenapa aku bengong melihat ke arah jalanan. aku terkejut dengan pertanyaan Shella dan aku menjawab dengan gelengan kepala dan senyuman.
sesampainya di sekolah aku tidak sengaja menabrak kakak kelas yang kebetulan lewat bersebrangan denganku.
"Ahh, maaf Kak. nggak sengaja." kataku dengan membantu dia berdiri. dan kulihat dengan bengong kakak kelasku yang berdiri itu, dan bodohnya aku benar-benar terlihat seperti sapi ompong. dia cowok yang tadi ada di halte.
"Pakai mata dong kalau jalan, nggak lihat apa baju gue jadi kotor." bentak kakak kelas itu. aku kaget dengan betakan kakak kelas yang sudah pergi dengan menggerutu tak habis-habisnya. arrgh, tapi benar-benar mirip. apa mereka saudara kembar ? hanya saja pakaian cowok yang di halte itu rapi banget. dan ekspresi wajahnya tenang tidak seperti kakak kelas itu.
"Kenapa Ren ? kok bisa nabrak kak Rio sih, untung nggak kamu nggak diapa-apain."
"Memang kenapa dia ?"
akhirnya sepanjang perjalanan ke kelas Shella menceritakan gosip yang beredar di sekolah tentang kakak kelas itu. katanya cowok itu pernah menampar pacarnya sampai berdarah, kemudian memukuli cowok yang ternyata selingkuhan ceweknya. yahh itu mah, memang salah ceweknya kalau dia kalap. dan satu lagi, kakak kelas itu bakal nggak mengampuni siapapun yang berani macam-macam sama dia. ahh, untung aku nggak kenapa-kenapa.
jam istirahtpun dimulai, aku dan Shella langsung ke kantin untuk memesan bakso yang kita sukai, tapi nggak sering-sering kok makan baksonya. tapi karena lantai kantin licin akibat minuman yang terjatuh, akhirnya aku terjatuh dan mangkok baksoku tumpah ke celana seorang cowok yang kedengarannya kepanasan akibat kuahnya.
"Adooooh..." kata cowok itu kesakitan, aku langsung berdiri dan langsung mengambil lap kemudian membersihkan celananya.
"Maaf... aku nggak sengaja, tadi terpele..." belum perkataanku selesai, aku mendongak kearah wajah cowok itu. dan ternyata Oh My God dia Kak Rio yang tadi pagi baru saja aku dan Shella gosipin. asli deh, entah apa yang bakal dilakukan sama Kak Rio. teman-temannya yang berkumpul mengerubutu dia dengan marah menatapku juga. hari ini benar-benar hari sial buatku.
"Ohh, elo lagi. tadi pagi belum puas nabrak gue sampai jatuh, dan sekarang numpahin kuah panas ke celana gue?" tanya dia dengan mata yang hampir copot alias melotot. Ya Allah, aku pasrahkan nasib saya kepadaMu ya Allah...doaku dalam hati, semoga aku nggak dianiaya seperti yang diceritakan Shella. dan Shella yang tadi bersamaku sekarang menjauh ke pojokan kantin dan melihatku sambil berbisik dari jauh "cepet minta maaf terus lari..." aku hanya bisa melihat bibirnya yang berbicara tapi akunya yang nggak ngerti apa yang dikatakan Shella.
"Aku minta maaf Kak, tadi benar-benar terpeleset dari depan kantin sana." aku menunjuk arah lantai yang licin dan menyebabkan kuah baksoku jatuh.
"Lu, bener-bener keterlaluan, gue nggak bakal mau masuk ke kelas dengan celana basah dan bau kuah bakso." dengan cepat aku mengambil tisu basah dan mengusapkannya ke celana yang terkena kuah. "Lu apa-apaan berani banget nyentuh kaki gue.." kata dia masih dengan nada tinggi.
aku tetap memberanikan diri membersihkan celananya tanpa menyentuh kulitnya. setelah selesai membersihkan celana "Sang Raja" aku kemudian meminta maaf lagi dan langsung pergi.
sepulang sekolah aku bersma Shella berjalan dengan santai ke arah gerbang depan. tapi sampai disana ada Kakak kelas yang aku mengenalinya. mereka anak buah si Rio. ahh ada apa lagi sih...
"Elo Rena ya yang jatuhin kuah bakso ke celana Rio ?" tanya cowok dengan rambut cepak, tinggi dan jelek mukanya karena aku memang nggak suka dengan mereka. Shella yang pulang bersamaku harus menungguku di depan gerbang sampai urusan Rio dan aku selesai, ihh ini orang seenaknya aja sih.
sesampainya di sekretariat yang nggak terpakai. duduk seorang cowok yang mirip dengan cowok halte itu. tapi beda banget sifatnya 180 derajat.
"Ternyata elo, Rena anak kelas IX IPA yang kata guru-guru paling pinter satu sekolah. yang bisa ngerjain soal MIPA kelas XII dengan mudah."
ahh aku nggak suka bahas-bahas masalah itu. itu bukan urusanmu. aku ingin mengatakan seperti itu tapi aku diam tidak menjawab. ini orang apa masuk jurusan IPA ? ahh nggak mungkin.
"Elo nggak mau gue apa-appin kan disini ?"
"Maksudnya Kak ?" tanyaku bingung karena dia berkata yang tidak bisa aku pahami.
"Jadi gini, karena lu pinter di sekolah ini dan lu bisa ngerjain kelas XII gimna kalau lu bantuin gue buat ngerjain tugas apa aja dari guru."
aku hanya terdiam mencerna permintaan Rio. aku nggak paham biasanya orang yang suka bullying itu harus jahat dan menganiaya korbannya. tapi ini kenapa harus jadi guru prifat dia. aku memikirkan pertanyaan itu sambil menggaruk-garuk kepalaku yang gatal.
"Nggak mau. bukannya tugas kelas harus dikerjakan sendiri ya kak." kataku santai. aku melihat Rio nggak ada niat mau membullyku jadi aku santai-santai saja. tiba-tiba dia menengok ke arahku dan tersenyum mengejek. tepat 2cm mendekat ke wajahku dan kemudian mengatakan padaku.
"Lu mau banget gue bikin scandal biar nama baik lu tercoreng sebagai siswa teladan di sokal ini." katanya dengan senyum kemenangan. "Mau gue buat macem-macem di sini biar yang neglihat ngira lu lagi berduaan sama gue yang termasuk anak paling bandel di sini."
aku mendengarkan dengan seksama kata-kata yang menurutku itu adalah ancaman. saat wajahnya mendekat padaku. aku seperti teringat kembali oleh wajah cowok di halte itu. memang kembar identik, bentuk wajahnya, hidungnya, matanya dan bibirnya. ya ampuun aku mikirin apa sih. kemudian dengan cepat aku mundur 2 langkah ke belakang. sial, skakmat banget nih situasiku. aku nggak mau reputasiku jelek, sudah 2 tahun aku membangunnya dengan semua kerja kerasku. aku nggak mau hancur gara-gara Rio si anak bandel di sekolah.akhirnya dengan terpaksa aku menyanggupi permintaan dia, tapi aku nggak bisa setiap hari ada untuknya.
"Oke, setiap lo gue panggil ke rumah lu harus dateng dan bantuin gue ngerjain semuanya." perintah Rio dengan senyum penuh kemenangan. dengan paksa juga ponselku di ambilnya dan mengirimkan nomerku lewat sms ke nomor ponselnya. sialan, mau minta pulsa bilang saja.
setelah berurusan dengan Rio, aku pulang dengan tenang. malam harinya ada sms dari entah nomor siapa karena nomor itu tidak ada di kontak ponselku.

From : 081232xxxxxxxxx
Besok jam 10 harus datang ke rmh gue. alamatnya Jl.Kusuma No 23 dekat KFC

siall, pasti ini nomornya Rio. ahh malaas, besok kan waktuya berlibur kenapa harus berkutat sama tugas kakak kelas sih. malamnya aku nggak bisa tidur gara-gara memikirkan sms Rio barusan. aku membalasnya apa tidak yah. ahh biarinlah...
ke esokan harinya aku menuju ke alamat yang diberikan oleh Rio. rumahnya besar sekali...
setelah aku pendet bel yang ada di depan pagar. setelah menunggu 5 menit di hari yang panas ini keluarlah seorang cowok dengan kaos polo hijau dengan rambut yang sebahu. dan wajahnya aku mengenalinya. yakk itu pasti Rio. mukaku kembali cemberut dan tidak bersemangat setelah melihat wajah cowok songong itu.
"Lama banget sih Kak, jadi mau belajar apa nggak sih. buka pintunya lama lagi."
setelah aku berbicara seperti itu, cowok yang tadi membukakan pintu untukku langsung menatapku bingung. aku sampai kaget, kenapa Rio nggak beraksi saat aku berbicara kasar tadi.
"Silahkan masuk." kata cowok itu mempersilahkanku masuk ke rumahnya. ya ampun, baru kali ini aku melihat ruang tamu yang segede ruang tamu, ruang keluarga dan dapurku kalau di jadikan satu. ini rumah apa istana, pikirku.
"Kak, bisa lebih cepat nggak aku nanti sore masih mau mengerjakan pekerjaan rumahku." lagi-lagi kakak itu hanya diam dan dengan mata yang sama menatapku dengan bingung.
"Kamu nggak bisa bedain aku sama Rio yah."
lhah terus yang sama aku ini siapa kalau bukan Kak Rio. nggak ada gosip yang bilang kalau Kak Rio punya kembaran. jangan-jangan kakak ini siluman.
"Kakak siapa kalau bukan Kak Rio. jangan-jangan Kak Rio punya kepribadian ganda ya sampai bisa tenang dan selmbut ini." kataku yang masih nggak percaya kalau cowok yang di depanku ini bukan Kak Rio.
cowok itu membalikkan badannya dan menghadap kepadaku. ada hal yang tiba-tiba teringat olehku, iya wajah itu. aku pernah melihatnya disana...

0 comments:

Post a Comment

 

Freedom... Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review