"*Sopo Ndug ?" tanya ibu sambil senyum-senyum tanda ingin tahu. aku menggeleng dan langsung cepat masuk ke kamarku.
ibu pasti tahu siapa yang tadi mengantarku pulang. tapi nggak mungkinlah ibu tahu, Elan tadi kan sudah pulang sewaktu aku melihat dia pergi. tapi ibu kan tahu mobil yang dipakai Elan, dan Ibu itu gampang hafal kalau sama teman-temanku. ahhh jadi banyak tapinya...
selesai mandi, aku langsung merebahkan badanku di kasur empukku. dan nggak sadar pula aku membayangkan kejadian tadi, bagaimana aku bisa ke rumah Elan, bagaimana aku mengobrol dengan Tante Sari dan bagaimana aku diantar pulang olehnya. aarrgh... aku menghilangkan pikiran itu tadi sambil memeluk guling dan membenamkan wajahku.
"Lin, kamu lagi ngapain ?" tanya seorang wanita di balik pintu kamarnya. itu pasti Ibu.
"Nggak lagi apa-apa bu, masuk saja.." kataku sambil membenahkan posisiku yang sedang guling-guling nggak karuan.
Ibu berjalan ke arahku dan kemudian duduk di sampingku. dengan mata yang sepertinya bertanya-tanya siapa yang mengantarku tadi.
"Tadi di antar sama siapa *Ndug ?" tanya Ibuku.
aku harus jawab jujur, dan nggak boleh bohong. kalau aku bohong Ibu nggak akan percaya padaku. "Itu tadi yang nganterin Elan bu, temen Lina yang waktu itu nolong Lina waktu jatuh dari sepeda."
"Oalaaah, mas-mas yang itu toh harusnya diajak mampir tadi." kata Ibuku dengan senyuman yang menandakan dia tertarik dengan seritaku.
"Tadi udah aku ajak mampir Bu, tapi katanya pamali sudah malam."
"Oalaah iyo bener, ini sudah jam 10 malam. Yawes kamu tidur sana, besok kesiangan bangunnya." Ibu berjalan sambil mematikan lampu kamarku dan menutup pintuku.
aku masih terheran-heran kenapa Ibu sebegitu tertariknya sama Elan, padahal waktu itu Ibu juga nggak kenal namanya siapa. batinku...
capai karena memikirkan soal Elan aku langsung terlelap tidur sampai paginya aku dibangunkan oleh Ibu. jam sudah hampir melebihi jam setengan 7. aku langsung bergegas mandi dan langsung srapan, menemui Ayahku yang sudah mulai sarapan lebih awal. tiba-tiba Ibuku membawakan sebuah kotak sepertinya makanan, tapi kenapa bungkusnya pakai pita begini.
"Lin, ini nanti kasihkan buat temenmu si Erlan ya."
"Elan Bu..." Ibu tidak menggubris penjelasanku dan langsung memberikan bingkisan itu kepadaku.
"Udah sana berangkat, nanti terlambat." kata Ibuku.
setelah itu aku langsung berpamitan kepada mereka dan dengan cepat aku berjalan sampai di halte dekat rumah.
sesampainya di sekolah Ira di depan pintu kelas sudah melambaikan tangan dengan raut muka yang terburu-buru. kemudian aku berlali sampai ke kelas.
"Lina, kamu sudah bikin PR Biologi yang kemarin." kata Ira dengan sigap menggandeng tanganku kemudian menyuruhku membuka buku PRku. Astaga ternyata masih kosong... aku belum mengerjakannya.
aku langsung mengerjakan sebisaku dan dengan secepat mungkin. sampai-sampai Elan yang datang menyapaku tidak aku gubris dan hanya menyapanya dengan singkat. 15 menit aku mengerjakan akhirnya selesai juga. untunglah, aku siswa dengan nilai terbaik ketahuan belum mengerjakan PR bisa bikin obrolan para guru nantinya.
sewaktu istirahat aku mengingat bingkisan dari Ibu yang diberikan ke Elan, tapi masa iya aku langsung bilang ini dari Ibuku untuk dia. akhirnya aku bilang itu untuk tante Sari.
dan dengan kagetnya, aku di ajak Elan untuk pergi ke tempat kesukaannya. asiik, kita bisa lebih mengenal dia lebih dekat. aku meng-iyakan ajakan Elan.
selesai sudah pelajaran hari ini. aku merasa hari ini cepat sekali, apa aku exited dengan ajakan Elan nanti sepulang sekolah.
hayooo, harus bersikap biasa...bersikap biasa..
"Lin, tunggu di gerbang depan yah..." kata Elan sambil keluar dari kelas, mendahuluiku.
melihat dia menghilang ke arah parkiran sekolah, Ira menemaniku di depan sekolah bersama. katanya dia mau menunggu Mas Indra yang sudah menjadi pacar Ira 3 hari yang lalu. akhirnya temanku yang satu ini tidak lagi menggerutu akibat dia menjomblo.
tiba-tiba Elan dengan mobilnya datang ke arahku, dan hanya membukakan jendela mobilnya. katanya dia ada urusan penting dengan tiba-tiba, temannya ada yang kecelakaan atau apa. hanya sekilas aku mendengarnya.
rencana kita jadi berantakan. aku langsung pulang setelah Ira bertemu Mas Indra.
***
*Sopo Ndug ? = Siapa Nak ?
*Ndug = Nak
0 comments:
Post a Comment