Friday, May 2, 2014

I'm In Love (Part 7)

Posted by ceritacurhatku at 8:46 AM
ternyata dia sudah punya pacar di sana. berarti aku memang nggak bisa dekat dengan dia. ya sudahlah, lagian kita masih bisa berteman, pikirku. dengan perasaan yang tenang, aku berangkat sekolah meskipun kemarin aku tampil di pertunjukkan sanggarku. tiba-tiba ada yang menepuk pundakku pelan.
"Hai..." sapa orang itu yang ternyata Elan.
dia tersenyum seperti biasanya, senyumnya membuat aku deg-degan, dengan cuek dia langsung mendahuluiku masuk ke kelas. ahh... seperti biasa cueknya.
hari ini nggak ada spesial-spesialnya. aku pergi ke tempat kesukaanku sendirian dekat dengan Malioboro. jual ice cream apa saja. semua rasa ada disini.
penjualnya adalah teman SMPku dulu, dia Rina. perempuan berhijab, cantik, dan baik hati dari dulu. kalemnya ngalah-ngalahin putri solo deh.
"Rin, mau yang coklat sama strawberry yo." pintaku pada Rina, dengan sigap dia sudah meletakkan segelas ice cream di depan mejaku. kemudian dia menemaniku duduk.
"Kenapa kamu Lin? cemberut terus." tanya dia dengan muka biasa.
"Kalau aku lagi *sumpek kan mesti kesini Rin." kataku sambil menjulurkan lidah sok imut. di pukulnya pundakku pelan.
"Ahh, *mosok yo mesti nek merengut teko ning nggonku. mbok yo mesem to Lin..." protes Rina sambil kembali ke tempatnya untuk melayani pembeli yang datang. aku balas dengan senyumanku yang paling manis untuknya biar dia tidak protes lagi. "*ono opo to Lin ?". akhirnya dia bertanya juga kenapa aku cemberut terus.
"Ternyata laki-laki yang pernah aku ceritakan ke kamu itu sudah punya pacar Rin."
aku lihat Rina hanya melongo mendengarkanku cerita. pasti menurut dia aku garing banget cerita begitu.
"Ya ampuuun Lin, *mung ngono kok dipikir ngantek mbetutut ngono...oalaaah." protes Rina lagi.
"*Iso ora to Rin nek ra protes..." balasku sebal. Rina langsung memegang tanganku dan menghiburku agar tidak marah. matanya terlihat meminta ampun.
"*Yo piye yo. bocah ngendi to kuwi ? sudah ndag usah dipikir. nanti kalau memang jodoh kan nggak kemana to Lin." kata Rina sok bijaksana, dengan muka sombongnya.
"Dia asli Bandung Rin..." jelasku sambil mengambil sesendok ice cream dan memasukkan ke mulutku.
setelah makan ice cream tidak lama kemudian ada seorang laki-laki yang sangat aku kenal.
"Mas Ari..." paanggilku, si empunya yang punya nama menoleh ke arahku. dan melambaikan tangannya.
"habis makan ice cream ya ?" tanya Mas Ari. dia beli banana split, ice cream yang paling mahal di antara ice cream yang aku makan. "nggak takut gendut ?" lanjut Mas Ari sambil meletakkan banana splitnya ke meja yang berhadapan denganku.
"Mas nggak takut gendut, makannya banana split gitu." kataku sambil melihat ice cream yang dimakannya.
"Mau ? " tawarnya dengan muka menggoda. dia mengerti sekali kalau aku suka ice cream, suka banget malah. aku menggeleng-geleng tidak mau. dia kemudian makan lagi sambil mengiming-imingi aku.
"Mas sering kesini ?" tanyaku membuka topik baru.
"Nggak sih, kebetulan aja kesini pengen yang segar-segar." jelasnya. memang iya sih, beberapa minggu ini memang panas sekali hawa Yogya. memang paling enak makan es, pikirku.
"Mas, aku boleh tanya ?"
"Apa ?" balasnya sambil memasukkan sesendok ice cream ke mulutnya.
"Elan, itu siapanya mas ?"
"Ohh, kemarin dia juga tanya seperti itu ke aku hhahaha...." balasnya dengan tertawa lebar. "Dia itu adik sepupuku. dia sering pindah kemana-mana. Jakarta, Surabaya, Bandung dan seluruh Indonesia." jelas Mas Ari dengan memperagakan di seluruh Indonesia dengan tangan membulat besar.
"Weh, enak ya kalau bisa muter-muter ke seluruh Indonesia." kataku.
"Kata dia sih nggak enak, nggak bisa punya temen banyak."
"Bukannya malah lebih banyak, dia kan punya teman se Indonesia." kataku sambil terkikik.
"Eh, mau ikut Mas nggak ?" tanyanya dengan menyodorkan sesendok ice creamnya.
"Mau kemana Mas ?" tanyaku sambil melahap tawaran ice cream Mas Ari.
"Ikut saja yuk." kata dia. Ice cream yang dimakan sudah habis bersih di lahapnya, meskipun sesekali aku di suapin 3 sendok hhihi enaaak.
aku menaiki motor Mas Ari yang -kalau duduk berasa nongkrong di jungkat-jungkit tinggi banget-. Mas Ari melaju motornya pelan-pelan sambil mengajakku ngobrol. Sesampainya di tempat yang Mas Ari tuju. datang seorang Ibu yang sedang menyiram bunganya.
"Arii, kok lama sih." tanya Ibu itu.
"Habis ketemu temen Tan." jawab Mas Ari sambil membuka helmnya. "Ini Lina, Tan. anak sanggar." jelas Mas Ari kepada yang disebutnya "Tan". apakah itu Tantenya ?. tapi kenapa cantik sekali, terlihat muda.
"Siang Bu." sapaku dengan senyumku.
"Yuk masuk..." pinta Ibu itu. "Si Kiki belum datang dari tadi. paling sebentar lagi dateng"
siapa Ibu ini ? Kiki ? apa pacar Mas Ari yang baru ? pertanyaan di pikiranku banyak sekali, karena memang Mas Ari tidak menjelaskan apa-apa kepadaku kalau dia ingin ke sini.
setelah 30 menit kami ngobrol bersama Ibu itu. dia bertanya aku sekolah dimana dan ternyata kata Ibu itu si "Kiki" teman satu sekolahku. hemm jadi semakin penasaran aku, masa' Mas Ari pacaran sama perempuan seumuranku ?
tidak lama, ada mobil yang masuk di garasi rumah Ibu itu. dan ketika dia memasuki rumah aku melongo seketika, dan dia juga tidak kalah melongonya karena kaget melihatku. ternyata ini rumahnya Elan.

***

*sumpek = BT

*mosok yo mesti nek merengut teko ning nggonku. mbok yo mesem to Lin... = Masa' selalu cemberut kalau datang ke tempatku, Senyum gitu lho Lin

*mung ngono kok dipikir ngantek mbetutut ngono...oalaaah. = Gitu aja kok dipikir sampe cemberut

*ono opo to Lin ? = ada apa Lin ?

*Iso ora to Rin nek ra protes = Bisa nggak sih Rin, kalau nggak protes

*Yo piye yo. bocah ngendi to kuwi ? = Gimana ya, anak mana sih dia?




0 comments:

Post a Comment

 

Freedom... Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review