oke, saat ini sudah 5 pakaian yang sudah aku coba. aku melihat diriku di cermin kamar. entah sudah berapa menit aku mencoba pakaian bagus yang aku punya. ternyata hanya ada jins dan kaos fishion kesukaanku. Ibu sampai mondar-mandir depan kamarku dan melihatku berganti-ganti pakaian.
"Mau kemana to Lin ?" tanya ibu yang mungkin sudah tidak sabar melihatku berganti-ganti pakaian terus.
aku menyengir ke arah Ibuku yang terihat bingung dengan tumpukan baju yang tergeletak di tempat tidurku.
akhirnya setelah 45 menit aku memilih baju, aku memilih terusan selutut vintage dengan motif bunga-bunga kesukaanku dan sepatu flat warna biru.
selesai bersiap-siap, tidak lama Elan datang dengan mobilnya dan berpamitan dengan Ibuku. Elan memakai jins dan kaos polonya. waaah tambah cakep, aku kan jarang melihat dia pakai baju bebas...
di dalam mobil kami bercerita tentang tempat yang nanti kita datangi. waah nggak sabar datang ke studio fotonya Elan. nggak akan sama seperti studio foto biasa.
sesampainya di studio foto aku melihat banyak sekali foto yang terpajang di dinding. ada orang yang sedang makan, membantu pekerja yang sedang mengangkat pohon, anak-anak yang sedang bermain. sepertinya itu di malioboro. ahh Malioboro memang tempat yang indah.
Elan membawaku ke dalam studio yang ternyata ada orang yang sedang pemotretan. cewek itu berjalan e arah kami. dan kemudian mencium pipi Elan. aku terkejut melihat kejadian itu, apa-apaan ini. Ekspresi Elan seperti terganggu dan terlihat sedikit mendorong cewek itu.
"Oh, jadi ini gadis desa pacar baru loe itu." dia menatapku dengan pandangan yang takjub tapi terlihat kebenciannya kepadaku. Elan yang melihat adegan itu langsung menarik cewek itu jauh dariku. aku melihat Elan sangat marah dan terganggu dan cewek itu hanya tersenyum dan sesekali terlihat ekspresi marahnya. arrgh aku tidak tahu siapa cewek itu, kenapa sudah terlihat benci padaku. setelah meninggalkan cewek itu di belakangnya Elan menghampiriku dan mengajakku keluar dari tempat itu.
"Tadi siapa Lan ?" tanyaku heran. "Sepertinya dia nggak suka aku." lanjutku sambil melihat ekspresi Elan yang marah. aku nggak pernah lihat Elan semarah ini.
"Aku beli minum dulu." kata Elan dan meninggalkanku duduk di depan studio. apa yang dipikirkan Elan, siapa cewek itu tadi. semua berkumpul di pikiranku tentang cewek itu, apa dia Indri ? aku ingat dengan foto yang ada di kamera Elan. kemudian terdengar suara heels yang mendekat kepadaku, sesosok cewek jangkung itu mendatangiku dengan senyuman yang menyebalkan.
"Jangan senang dulu gadis cantik..." entah apa maksudnya dia memanggilku seperti itu. dengan wajah yang menatap ke jalanan dan kemudian melihat kearahku dengan tersenyum. "Dia nggak akan terus bersama kamu. dia akan kembali kepadaku..." lanjut dia.
"Nggak usah di dengerin omongan dia Lin." sahut Elan yang membawa minuman ditangannya.
"Ahh, pangerannya sudah datang. nggak usah datang ke gue kalau lu udah bosan dengannya."
apa yang dimaksud dia, bosan? apa yang dimaksud bosan. aku berdiri kemudian menatap cewek itu dengan melangkahkan kakiku mendekatinya.
"Itu keputusan Elan, dia ke aku atau balik ke kamu."
"Lihat aja nanti." balas dia sambil meninggalkan aku dan Elan.
Elan mendatangiku dengan muka yang menyesal. dia memberikan satu minumannya untukku. dan kemudian mengajakku duduk kembali di kursi tadi.
"Sori, udah ngajak lu ke sini." kata dia pertama kali membuka obrolan. aku menggeleng dan meneguk minuman sesekali. "Gue nggak tahu kalau ada Indri disini." benar perkiraanku kalau dia itu Indri.
"Masih dengan dia ?" tanyaku. yang mungkin terasa dingin untuk di dengar. "sori, tadi aku udah salah ngomong. kamu nggak akan sama aku." nggak sadar aku sudah bicara seperti itu. Elan yang mungkin terkejut menatapku lekat.
"Mau sama aku ?" giliran aku yang terkejut dengan pertanyaan Elan. baru pertama kali aku mendengarkan Elan menggunakan kata Aku Kamu, bukan Lu Gue yang biasanya yang dia gunakan untuk bicara padaku. aku sibuk mencerna pertanyaan yang di ucapkan Elan, dia yang sedaritadi menatapku masih tidak melepaskan tatapannya dan membuatku merasa salting. arhgh semoga ini suma bercanda. semoga Elan hanya bercanda.
Siapa aja ya...
Total Pageviews
Popular Posts
-
Dear Mantan Gebetan yang entah dimana... Halo gebetan, aku mau mengungkapkan semua yang ada di hatiku. Aku sudah suka kamu dari SMP tau. T...
-
Sebut saja aku Mike, aku mempunyai seorang pacar bernama Dina. dia baik hati, pintar, tidak sombong dan pasti rajin menabung. kita memiliki ...
-
aku ingin bercerita tentang seseorang yang sangat perhatian padaku. aku akui memang aku memiliki rasa suka padanya. tapi sayangnya dia hanya...
Saturday, May 24, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
3 comments:
ya kok singkat bingits seh. .
jd gak deg deg an aku. .
haha
elannnn.
aku bukan orang jahat yg bisa bikin nangis anak orang :p
lagi belajar dadi antagonis iki
aku pernah. .haha
aku mah mesti dadi antagonis. .hehe
Post a Comment