Gue ngelihat sosok Lina yang cantik. nggak kalah saat dia memakai pakaian tarinya. dengan baju terusan bermotif bunga-bunga, Lina terlihat sangat cantik. aku berpamitan ke Ibu Lina dan tidak menunggu lama kita langsung menuju ke studio foto gue, tempat nongkrong gue sejak gue pindah di Yogya.
"Lu cantik banget hari ini, emang mau kemana" canda gue dan melihat Lina dengan ekspresi yang sangat lucu. dia kaget dan melihat kembali pakaian yang dia pakai.
"Nggak salah dresscode kan ?" tanya Lina dengan panik. dikiranya gue mau ngajak lu ke pernikahan temen, pikir gue geli.
sesampainya di studio, gue menyapa temen-temen gue yang sedang sebuk mengadakan rapat bulanan untuk tema photo session besok. Rena Atma akan menjadi model kita besok, dia termasuk model yang potensial di Yogya. mungkin gue bisa mempromosikan Lina buat jadi model.
gue lihat Lina terkagum dengan hasil karya kita di Malioboro. banyak foto yang kita pajang di sepanjang jalan masuk. sesampainya di dalam ruangan gue ngelihat banyak orang sedang sibuk memotret model. dan saat gue lihat siapa yang menjadi model. cewek itu menghampiri kita. dan dengan santainya cewek itu mencium pipi gue dan itu membuat gue jadi salting di depan Lina yang nggak tahu apa-apa. gue tarik Indri yang sudah ngomong asal.
"Lu kok bisa ada disini ?"
"Ya kerjalah, lu nggak tahu kalau gue ke Yogya buat kerja."
"Apa-apan lu bilang dia gadis desalah, sikap lu perbaiki dulu baru ngadepin Lina."
"Jadi namanya Lina..." kata Indri sammbil melihat ke arah Lina yang juga melihat ke arah kita.
dengan sebal gue melihat ke arah Indri yang mengejek tentang Lina. apa-apaan dia ini, udah bukan siapa-siapa gue masih aja berani cipika-cipiki.
"Lain kali, nggak usah nyapa gue ataupun Lina." terang gue ke hadapan Indri yang masih saja cengar-cengir. kemudia dia pergi ke tempat pemotretan lagi. gue yang masih emosi dengan cepat menarik Lina pergi dari Indri. melihat kursi yang kosong di luar studio gue meninggalkan Lina membelikan minuman buat dia. setelah gue balik ke studio, ternyata Indri sudah ada di depan Lina dan entah apa yang mereka bicarakan.
"Ahh, pangerannya sudah datang. nggak usah datang ke gue kalau lu udah bosan dengannya."
apa yang dimaksud dia, bosan? apa yang dimaksud bosan.
"Itu keputusan Elan, dia ke aku atau balik ke kamu." kata Lina yang berdiri di depan Indri.
"Lihat aja nanti." balas Indri, kemudian dia masuk lagi ke studio.
setetelah Indri meninggalkan Lina di depan sana, gue langsung memberikan minuman yang sudah gue bawa. gue mengajaknya duduk lagi. dia bertanya apa gue masih berhubungan dengan Indri. gue langsung menjelaskan semuanya. dan untungnya dia mengerti situasi yang sekarang.
"Lin, mau sama aku ?" tanya gue dengan hati-hati takut kalau dia salah mengira. gue lihat ekspresi dia kaget karena mendengar pertanyaan konyol gue. apa gue harus bilang cuma bercanda atau bilang saja lupakan pertanyaan gue.
"Emm, aku nggak tahu Lan." jawab dia polos. langsung saja dengan melihat wajah lucu Lina yang kebingungan akhirnya gue bilang kalau gue bercanda.
"Sekali lagi gue minta maaf, lagi-lagi berurusan sama Indri."
"Nggak kok, tadi kan kamu nggak bohong lagi. malah sekarang aku udah tahu siapa Indri." jelas dia dengan menyunggingkan senyumnya. "Emm, Lan mau aku ajak ke tempat kesukaanku ?" tanya Lina yang sekarang dengan perasaan tenang. tanpa basa-basi gue langsung mengantarkan Lina ke tempat kesukaan dia. ternyata tempatnya nyaman banget dan itu adalah toko ice cream.
"Masuk Lan, ice creamnya enak lhoh." gue mingikuti langkah Lina masuk ke toko ice cream.
"Lu, mau yang mana ?" tanya gue ke Lina yang udah exited banget dama ice creamnya. dia menunjukkan banana split dan gue langsung memesankan dua ice cream.
"ehh, kok banana split sih ? kan mahal..."
"Tadi kan lu yang milih." gue lihat Lina tambah exited dengan pesanannya.
Ternyata dia belum pernah makan banana split disini. jadi dia menantikan pesanannya datang. dengan nikmat dan ekspresi wajahnya yang menyenangkan dia melahap ice creamnya sambil sesekali mengatakan enak. tiba-tiba penjual ice cream yang tadi melayani kita.
"Rin, enak banget sing iki ..." kata dia dengan melahap ice creamnya lagi.
"Seperti nggak pernah makan ice cream ya Mas." kata cewek berhijab ini ke gue. gue ngelihat dia mirip banget dengan Lina, apa perasaan gue aja ya. gue membalas senyuman ke cewek itu kemudian melihat Lina lagi.
"Kayaknya lu seneng banget makan ice cream." tanpa berhenti memakan sesekali melihatku dan kembali memakannya lagi. cewek berhijab itu memukul kepala Lina pelan dan kembali ke tempat dia melayani pembeli. Dalam waktu setengah jam Lina menghabiskan banan split yang ada di depannya. tambah lucu aja ekspresi dia saat menikmati suapan terakhir.
"Hemm, enaknya... oh iya, cewek tadi itu temanku sejak kecil Lan. Namanya Rina." jelas Lina sambil mengusap sisa ice cream di sudut bibirnya. dilihatnya cewek tadi dan Lina melambaikan tangan ke cewek berhijab itu. gue yang melihat ke arah Rina langsung tersenyum.
setelah mengantarkan Lina pulang gue langsung berpamitan untuk pulang juga. tidak lama handphone gue berbunyi dan ada sms dari Lina.
From : Lina
Makasih buat hari ini. makasih sudah mempertemukan aku dengan Indri :)
ahh, gue harus balas apa kalau dia bilang seperti ini. bukan maksud gue buat nemuin dia dengan Indri...
Siapa aja ya...
Total Pageviews
Popular Posts
-
Dear Mantan Gebetan yang entah dimana... Halo gebetan, aku mau mengungkapkan semua yang ada di hatiku. Aku sudah suka kamu dari SMP tau. T...
-
Sebut saja aku Mike, aku mempunyai seorang pacar bernama Dina. dia baik hati, pintar, tidak sombong dan pasti rajin menabung. kita memiliki ...
-
aku ingin bercerita tentang seseorang yang sangat perhatian padaku. aku akui memang aku memiliki rasa suka padanya. tapi sayangnya dia hanya...
Saturday, May 24, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
3 comments:
aku galauuu. .
elan-kuuuu unyuuu. .
Lina dan Rina, kayak anak kembar aja. .
hhahaha, nggak wes jenenge ae sing kembar :p
yo ngerti. .
keep writting kaka. .
ditunggu ye kelanjutan elanrinanya. .
Post a Comment