Gue tahu kalau gue memang sudah punya cewek di Bandung. tapi gue ngerasa kalau udah males sama dia. setiap sms juga jarang gue balas. Malam ini juga dia menelpon gue, dan tetep gue jawabnya malas-malasan. sudah gue jelasin gue pengen putus tapi dia selalu nangis kalau bahas soal hubungan kita.
Indri adalah cewek pertama yang bisa jadi pacar gue selama 2 tahun ini. gue nggak pernah pindah lagi setelah menetap di Bandung 2 tahun. itu waktu terlama gue sewaktu bokap gue selau pindah tempat proyek.
waktu gue mau pindah ke Yogya, dia memohon jangan putusin hubungan ini. tapi guenya yang nggak bisa. Bandung jauh, nggak tahu lagi kalau bokap gue pindah proyek lagi entah kemana.
sekarang disini, dikarenakan gue nggak ngerasa ada hubungan apa-apa sama Indri, gue tertarik sama cewek bernama Lina, temen sekelas gue di sekolah. foto yang kemarin gue ambil di pertunjukan sudah gue cetak sebagian, dan hanya fokus ke Lina doang.
Gue kok berasa jadi stalker beneran yah...
Besoknya gue datang ke sekolah dan kebetulan berpapasan dengan Lina. gue menyapa dia dan berlagak cuek. itu prinsip gue, meskipun gue naksir dia tapi gue nggak boleh ngejar-ngejar dia kayak stalker. gue tahu sepertinya dia kecewa kalau gue cuekin.
jam istirahat lagi-lagi Indri nelepon gue, dan sekarang gue nggak akan angkat telponnya. biar dia sadar, kalau gue sudah nggak mau sama dia.
sepulang sekolah, gue ke Alun-Alun Kidul dan Pusat 0 derajat. gue mengambil objek yang bagus disana, lumayan ramai. dan memang dekat dengan Malioboro jadi banyak sekali wisatawan dan bule-bule yang datang berkunjung.
sampai sore, gue akhirnya pulang karena nyokap sudah sms gue kalau Ari ada di rumah. dengan cepat melaju kecepan mobil gue.
sesampainya di rumah, gue kaget banget. sumpah kaget. gue nggak nyangka Ari bakal bawa Lina ke rumah. asli gue salting tingkat dewa. gue langsung menuju ke kamar tanpa menyapa ketiga orang yang ada di ruang tamu.
dengan cepat gue mandi sampai gue ngerasa sudah wangi baru gue keluar nemuin Ari di ruang tamu.
"Oii Lan." sapa Ari dengan senyum cerahnya.
"Oii bro..." bales gue dengan nada yang nggak semangat. padahal aslinya gue semangat banget ngelihat kalau Lina ada di rumah gue. "Hai Lin..." sapa gue dengan senyuman seiklas gue. dibalasnya dengan senyuman yang nggak disangka manisnya.
"Kok kayanya pada salting yah.." kata Ari dengan senyum jahilnya. gue pukul dia, dan ternyata Lina juga memukulnya ringan dengan senyum yang juga salting seperti gue sekarang. "Aku bawa Lina soalnya dia nggak percaya kalau kamu adik sepupuku Lan hhaha, nggak percaya juga kalau kamu sudah pindah-pindah menelusuri Indonesia." lanjut si Ari.
"Nggak bakal kayak gitu kalau bokap gue nggak pindah-pindah proyek." kata gue.
"Kata Lina, kamu ketemu dia pertama kali di Malioboro ya ? pas dia jatuh dari sepeda." kata Ari dengan mengalihkan topik.
"Nggak kok Mas, udah di sekolah kok kenalnya." jawab Lina malu-malu tapi dengan tersenyum. "saat dia tidur di kelas." jelas Lina lagi. ternyata dia sudah ngerti kalau gue anak pindahan.
"Cieee perhatian nih si Lina..." ejek Ari dengan senyum yang lebih jahil, sambil menyikut badanku dan terkikik. dan kebalikannya si Lina langsung diam dan mukanya memerah.
"Sudah, sudah.. ayo makan dulu, sudah mau maghrib nih."
tiba-tiba Ari mengambil handphone yang ada di saku celananya. "Iya Mil ?"
dengan cepat Ari berpamitan, dan meninggalkan Lina di rumah, dan kemudian menyuruhku untuk mengantarnya pulang. ya ampun, gimana nih ntar ?? pikirku gila.
"Makan yang banyak Nak Lina, nanti pulang di antar sama Elan kok santai saja" kata Ibu dengan mengambilkan ikan goreng kepada Lina.
waktu seakan panjang hari ini, padahal baru 30 menit yang lalu kita selesai makan, dan Lina di ajak mengobrol oleh nyokap gue. berasa pacar gue datang ke rumah aja, bukan. bukan Indri, dia nggak pernah datang ke rumah gue. gue yang selalu ke rumah dia. bertemu dengan nyokap juga pas kita berada di Mall yang sama dan gue mengenalkan Indri ke nyokap, udah itu aja. tapi Lina lain, nyokap kayaknya seneng banget sama Lina.
"Yuk, udah malem. gue anter lu pulang." kata gue dengan mengambil kunci mobil gue.
"Tante, kapan-kapan Lina kesini lagi. Pamit dulu ya Tan." pamit Lina ke nyokap gue. kapan-kapan kesini lagi ? besok langsung juga nggak apa-apa kalau lu kesini, batin gue senang.
setelah pamitan dan Lina masuk ke mobil gue, akhirnya gue bener-bener spechless di sebelah Lina. asli salting abis, nggak tahu mau ngobrolin apa. tiba-tiba Lina nyeletuk...
"emm, kemarin sori ya nggak sengaja aku lihat fotomu sama pacarmu."
aiish, kenapa harus bahas itu sih, nggak ada yang lain apa. "Nggak apa-apa kok sante aja, udah gue hapus juga kok hhehe..." balasku dengan salting.
"Kok di hapus ? kan itu kenang-kenangan dengan pacarmu." kata Lina.
"Nggak apa-apa, gue udah putus kok sama dia. lupa aja, kalu masih ada foto dia di kamera." jelas gue.
yakk, dan sekali lagi gue nggak bisa ngasih topik lain selain masalah foto ini.
"Oh iya, kaki lu udah nggak apa-apa ?" tanyaku mengingat kejadian dia jatuh dari sepeda.
dengan menunjukkan kakinya yang sudah sembuh, Lina memberikan senyuman yang manis buat gue. hhaha asli gue alay kalau deket sama Lina.
"Udah sampai Lin." kata gue dengan menghentikan mobil.
"Mau mampir dulu Lan ?" ajak Lina. gue tahu, gue pengen banget ke rumah Lina lagi. tapi udah jam 10 malam begini, nggak deh pamali.
"Nggak deh Lin, udah malam. makasih ya.."
"Aku yang harusnya bilang makasih. Makasih Lan, aku masuk dulu yah." setelah Lina keluar gue nggak langsung lanjut pulang. gue ngelihat dia sampai dia masuk ke rumah dan melambaikan tangan, dan gue membalasnya dengan senyuman.
Siapa aja ya...
Total Pageviews
Popular Posts
-
Dear Mantan Gebetan yang entah dimana... Halo gebetan, aku mau mengungkapkan semua yang ada di hatiku. Aku sudah suka kamu dari SMP tau. T...
-
Sebut saja aku Mike, aku mempunyai seorang pacar bernama Dina. dia baik hati, pintar, tidak sombong dan pasti rajin menabung. kita memiliki ...
-
aku ingin bercerita tentang seseorang yang sangat perhatian padaku. aku akui memang aku memiliki rasa suka padanya. tapi sayangnya dia hanya...
Friday, May 2, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
asli mbaca ginian malah bikin aku yang senyum senyum alay. .hahaha
please jangan alay :p
Post a Comment