"Hei Sa... mau bareng ?" tanya seorang cowok di sampingku dan memberhentikan motor satrianya.
aku melihat cowok tinggi, dengan muka tertutup helm full facenya. saat diangkat kaca helmnya hanya terlihat matanya dan terkstur hidungnya yang mancung.
"Nggak Lang, aku bareng Mia aja naik bus." kataku sambil menggandeng teman yang berjalan di sampingku.
"Beneran ? rumah kita kan searah..." kata dia lagi sambil sesekali mengegas motornya. aku menggeleng lagi ke arahnya. aku nggak mau terlibat lagi dengan dia yang sudah punya pacar.
cowok itu bernama Gilang, temanku SMA dan sekarang satu kelas. dulu kita berteman baik sampai pada akhirnya dia punya pacar namanya Lena, cewek itu kakak kelasku. Gilang dan aku di kelas 2 dan lena di kelas 3. aku akui memang dia lebih modis daripada aku yang biasa-biasa saja dengan satu teman yang aku akrab dari kecil, dia Mia. cewek keturunan Belanda yang cantiknya minta ampun dia sudah punya pacar tapi lebih sering keluar bersamaku karena memang cowoknya asli orang Belanda yang dijodohkan oleh neneknya, ternyata masih ada Siti Nurbaya yah. untung aja Mianya mau.
ahh, balik ke Gilang...
kenapa aku menghindarinya ? bukan... bukannya takut sama Lena. tapi aku lebih baik menghindar biar mereka bahagia. tapi tetap saja Gilang sering bersamaku sampai-sampai kena labrak Lena. aiih eskipun aku nggak ngegubris dia tapi tetap aja di mata temen-temen serasa aku ini pengambil cowok orang.
"Kamu ngelamunin apa ?" tanya Mia yang ternyata sedari tadi melihatku yang menatap jalan lurus-lurus. aku menggeleng lalu tersenyum, sesampainya di halte aku menaiki bus yang lewat dan searah dengan rumahku.
"Masih berharap kalau Gilang dekat sama kamu ? nggak takut sama Lena." tanya Mia membuyarkan lamunanku.
"Nope,I just thought, why is he still chasing me" kataku tetap dengan tatapan yang nggak bisa dibaca Mia. "Sudah tahu punya Lena masih aja ngejar-ngejar."
ditepuknya pundakku oleh Mia yang membuatku menoleh ke arahnya.
"Sudah nggak usah di jabanin cowok macam Gilang tuh..."
aku mencoba untuk menjauh dari Gilang, tapi tetap saja dia menawarkanku makan bareng, pulang bareng. oh my.. harus gimana aku ngadeppin dia tuh.
sesampainya di rumah aku masuk ke kamar dan membuka laptop untuk mengupdate blogku. terdengar ketukan dari arah pintu kamarku.
"Mbak, ada temennya..."
"Siapa Ki ?" tanyaku pada Kiki yang ada di depan pintu. aku buka pintu kamarku dan melihat di ruang tamu ada Gilang sudah duduk anteng. apa-apaan ini.
aku melihat dia sudah ganti baju dengan kaos polo hijau dan celana jeans abu-abu. kenapa dia sudah ada di rumahku. ada apa dengan ekspresinya yang tersenyum itu.
"Ada apa Lang ?" tanyaku dengan ogah-ogahan dan duduk di sofa berjauhan dari Gilang.
"Nggak, mau tanya aja. kok beberapa bulan ini kamu jauhin aku ?" tanya Gilang dengan memainkan tangannya seperti kebiasaannya kalau dia sedang penasaran.
aku menghela napas dan melihat ke arah Gilang yang sekarang sudah menatapku. "Ngobrol di luar aja yuk.." pintanya dengan mata yang penuh harap dan masih dengan rasa penasarannya.
aku mengiyakan kemudian masuk ke kamar untuk mengambil kardigan dan berganti dengan celana jeans. aku bergegas menaiki motor yang sudah dinyalakan mesinnya oleh Gilang. tidak lama dia memberhentikan motornya di depan taman kompleks. dia menuntunku duduk di bangku dekat pohon yang rindang. dulu kita sering mengobrol dan bercanda di sini.
"Mau ngomong apa ? aku sibuk mau update blogku." kataku tidak menatap Gilang yang menatapku dengan mata meminta jawaban. "Apa ?" karena risih aku melihat ke arah Gilang dengan sebal.
"Kan aku tadi udah tanya, kamu kenapa ? sepertinya kamu menjauhiku."
"Nggak kok... biasa aja." kataku sambil mengalihkan pandanganku di sandalku.
"Bohoooong...." kata dia sambil menyenggol pelan bahuku. ahh seperti waktu itu, dia selalu menggodaku dengan candaan dan senggolan seperti ini...
"Lang, kamu kan tahu aku dilabrak sama Lena gara-gara kamu deket sama aku. jadi please tahu diri... kalau kamu sudah punya cewek..." jelasku masih sambil melihat ke arah sandalku.
"Nggak usah khawatir, kamu sudah aku anggap saudara sendiri. kita kan teman baik wajar dong kalau kita akrab." balas Gilang dengan senyuman. ahh sial, lagi-lagi kata "TEMAN" itu muncul. kali ini aku melihatnya dengan tatapan yang memohon. aku nggak mau ngerusak hubungan orang, apalagi kamu yang aku sayang sejak tahun terakhir. kataku dalam hati. aku menahan agar mataku tidak berkaca-kaca karena memohon ke Gilang untuk menjauhinya.
"Kita nggak usah sedeket sebelum kamu jadian sama Lena, aku juga menjaga perasaan Lena dan perasaanku Lang." kataku dengan sedikit serak. "antarin aku pulang..." pintaku sambil melangkah maju meninggalkan Gilang yang masih bingung dengan tindakanku. akhirnya Gilang mengantarkanku pulang dan tidak mengatakan apa-apa kemudian dia melajukan motornya pergi dari rumahku. ahh... apa yang sudah kuperbuat...
keesokan harinya di sekolah. perkataanku ternyata jadi nyata. Gilang hanya melewatiku dengan senyuman setelah itu dia melewatiku dan menuju ke kelas Lena.
"Kok, tumben ?" tanya Mia yang berjalan di belakangku. aku kaget dan menoeh ke arah Mia yang melambaikan tangannya dan berlari ke arahku. aku hanya tersenyum menjawab pertanyaan Mia tadi.
hanya memanggil seperti itu. tidak ada rangkulan, tidak ada candaan dan tidak ada tawa seperti biasa. itu memang keinginanku, aku harus menerimanya. mungkin saja mereka akan jadi pasangan yang paling cocok di sekolah ini. Gilang yang cakep dan Lena yang cantik tinggi bak model. kalau dia sama aku, aahhh jadi apa dia nanti bisa-bisa diolok-olok seluruh sekolah. imajinasiku kenapa jadi ngawur begini.
Siapa aja ya...
Total Pageviews
Popular Posts
-
Dear Mantan Gebetan yang entah dimana... Halo gebetan, aku mau mengungkapkan semua yang ada di hatiku. Aku sudah suka kamu dari SMP tau. T...
-
Sebut saja aku Mike, aku mempunyai seorang pacar bernama Dina. dia baik hati, pintar, tidak sombong dan pasti rajin menabung. kita memiliki ...
-
aku ingin bercerita tentang seseorang yang sangat perhatian padaku. aku akui memang aku memiliki rasa suka padanya. tapi sayangnya dia hanya...
Saturday, May 31, 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
2 comments:
ya Mia mesti dadi bulee. .haha
shes got that character. .
ya ceritomu kok mesti melass seh tich. .
orang ketiga. .
hahangasal. .
hhahaha, kakean ndelok film korea yo ngene...
Post a Comment